Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kesehatan

Makanan Pedas Tak Sekadar Rasa, Apa Manfaatnya untuk Tubuh?

Senyawa kapsaisin dalam makanan pedas berbahan cabai rawit, habanero, dan jalapeno bermanfaat untuk kesehatan metabolisme

14 Maret 2022 | 00.53 WIB

Ilustrasi Cabai. TEMPO/Subekti
Perbesar
Ilustrasi Cabai. TEMPO/Subekti

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta - Makanan pedas agaknya disukai karena sensasi rasanya. Tak semua orang cocok menyantap makanan pedas. Jika pun ada yang menyukai makanan pedas, seleranya pun berlainan. Ada yang suka sangat pedas atau sekadarnya saja.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Di Indonesia, ada banyak kuliner yang rasanya pedas. Tak hanya sambal.

Apa manfaat kesehatan menyantap makanan pedas?

  1. Meningkatkan metabolisme

Mengutip Healthline, jintan, kayu manis, kunyit, paprika, dan cabai meningkatkan metabolisme dan memperlambat nafsu makan. Semakin cepat metabolisme seseorang, makin banyak kalori yang dibakar. Senyawa kimia pedas atau kapsaisin dalam cabai rawit, habanero, dan jalapeno bermanfaat untuk kesehatan metabolisme.

  1. Mengurangi peradangan

Rempah lain dalam makanan pedas, seperti kunyit mengandung senyawa kurkumin bermanfaat mengurangi peradangan dalam tubuh. Bawang putih dan jahe juga bahan campuran makanan pedas. Mengutip WebMD, dalam pengobatan Ayurveda, sifat antiinflamasi jahe dan bawang putih telah digunakan selama berabad-abad untuk mengobati berbagai kondisi, seperti radang sendi, sakit kepala, mual.

  1. Kesehatan jantung

Mengutip publikasi dalam Fit Day, kapsaisin dalam cabai mengurangi peradangan kronis yang merupakan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular). Kapsaisin juga mencegah penimbunan kolesterol dalam tubuh.

  1. Mengurangi risiko kanker

Mengutip The American Association for Cancer Research kapsaisin capsaicin dalam cabai berguna mengurangi risiko buruk sel kanker, terutama leukemia.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Tim peneliti dari University of Vermont meriset hubungan antara kesehatan jantung dan konsumsi cabai merah selama enam tahun. Risiko paling buruk penyakit jantung dan stroke orang yang mengonsumsi cabai merah, 13 persen lebih rendah.

AMELIA RAHIMA SARI

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus