Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Seleb

Cerita di Balik 14 Lagu dalam Album Dekade Milik Afgansyah Reza

Merilis album kelima, ini cerita di balik 14 lagu dalam album Dekade milik Afgansyah Reza.

1 Maret 2018 | 16.43 WIB

Afgan Syahreza. TEMPO/Nurdiansah
Perbesar
Afgan Syahreza. TEMPO/Nurdiansah

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, JAKARTA – Setelah 10 tahun mengeksplorasi jati diri dalam dunia musik, penyanyi Afgansyah Reza merilis album studio kelima bertajuk Dekade. Album berisi 14 lagu tersebut menandai perjalanan kariernya. Tujuh lagu di antaranya lagu lama, 4 lagu baru yang ia tulis sendiri, dan 3 lagu hit yang diaransemen ulang. Ini dia cerita di balik 14 lagu dalam album terbaru Afgan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

1. Love Again

Love Again, yang diaransemen Tatsuro Miller dan menjadi pembuka album Dekade, merupakan lagu dengan beat pop R&B khas era 90-an. Ketukan pop R&B menyatu dengan vokal Afgan yang khas. Perpaduan tersebut membuat lagu ini sangat menyenangkan didengar berulang kali. Menggunakan lirik berbahasa Inggris dan Indonesia, Love Again mampu menjadi anthem bagi mereka yang masih dalam penantian cinta.

2. Sudah

Dalam trek kedua, Afgan membawakan lagu power ballad yang menjadi ciri khasnya. Dalam lagu Sudah, Afgan berhasil memperlihatkan sisi lainnya dalam bermusik. Diproduseri Marco Steffiano (drummer grup musik Barasuara), lagu ini memperdengarkan nuansa musik yang sedikit kelam dengan intro pianonya. Lagu Sudah menceritakan perasaan seorang kekasih yang menyadari bahwa pasangannya tidak akan bisa mencintai ia seutuhnya.

3. Heaven (featuring Isyana Sarasvati dan Rendy Pandugo)

Merasa buntu pada sesi workshop penulisan lagu, Afgan dan Rendy melahirkan lagu Heaven. Mengajak Isyana Sarasvati, lagu ini hanya dibuat dalam waktu setengah jam. Heaven berhasil dibuat Afgan, Rendy, dan Isyana dengan konsep sederhana, ringan, easy listening, dan bernuansa menebar kebahagiaan.

“Lagu Heaven bercerita mengenai sosok orang yang kita cintai. Setiap kita berada di dekat mereka, kita merasa bahagia. Jadi Heaven di sini merupakan perumpamaan perasaan saat berada di dekat orang terkasih,” kata Isyana, seperti dilansir dari rilis pers yang diterima Tempo, Rabu, 28 Februari 2018.

4. Take Me Back (featuring Ramengvrl)

Tatanan musik yang berbeda dari karya Afgan sebelumnya terdengar lantang dalam lagu Take Me Back. Lagu yang diaransemen dengan nuansa R&B dan dominasi beat hip-hop yang kental ini menyatu sempurna dengan vokal Afgan yang khas. Dilengkapi dengan suara rap lincah dari uprising Indonesia, Ramengvrl, lagu hasil workshop di Malaysia bersama SonaOne ini tidak hanya sarat makna cinta, tapi juga cocok untuk menjadi teman lari pagi yang pas.

5. Sadis

Setelah 10 tahun berlalu, lagu Sadis hadir dengan aransemen yang berbeda. Lagu yang memiliki nilai historis dalam karier bermusik Afgan ini mendapatkan aransemen yang cukup unik. Tanpa meninggalkan alunan piano yang menjadi ciri khasnya, Sadis mendapatkan sentuhan rock blues 80-an pada bagian refrain. Lewat lagu ini, arranger Marco Steffiano ingin menyisipkan sisi rock and roll dari Afgan, yang selama ini tidak pernah ditampilkan.

6. Bukan Cinta Biasa

Tanpa meninggalkan karakter asli dari lagu yang memiliki nilai historis dalam karier Afgan, Ari Renaldo memberikan aransemen musik yang cukup berbeda. Suara petikan gitar akustik dan alunan biola yang cukup dominan menawarkan sesuatu yang terdengar baru tanpa meninggalkan elemen nostalgia dalam lagu Bukan Cinta Biasa. Dalam lagu ini, Afgan memberikan banyak nada falsetto untuk memaksimalkan aransemen baru dalam lagu ini.

7. Bawalah Cintaku (featuring Sheila Majid)

Mengaransemen ulang lagu yang sangat disukai banyak penggemar Afgan bukanlah perkara mudah. Namun Andi Rianto mampu meracik ulang dengan memberikan alunan nada yang begitu megah. Lagu ini diubah menjadi indah dengan menggunakan aransemen sederhana dari piano, strings, woodwinds, tapi tanpa rhythm section. Keelokan liriknya yang romantis kian istimewa dengan kehadiran vokal Sheila Majid. Warna suara Sheila berpadu sempurna dengan karakter vokal Afgan.

Penyanyi Afgansyah Reza saat konferensi pers peluncuran album Dekade di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu, 28 Februari 2018. (TEMPO/Thea Fathanah Arbar)

8. Knock Me Out

Bernuansa pop R&B ceria dengan sound yang fresh dan fun, Knock Me Out menggabungkan lirik bahasa Inggris dan Indonesia. Lagu ini mengekspresikan rasa bahagia saat menemukan cinta sejati. Lagu ini sempat mendulang popularitas pada 2015, mulai beragam penghargaan hingga menjadi jingle iklan produk kecantikan.

“Lagu ini tuh ibaratnya seperti menemukan seseorang yang benar-benar membuat saya terpana, merasa cocok, dan berjanji tidak akan melepaskannya,” ujar Afgan.

9. Kunci Hati

Afgan dan Inu Numata menulis lagu ini pada 2015 lalu. Bernada sederhana, tapi memiliki melodi, berlirik indah, memiliki makna yang mendalam, lagu ini menjadi olahan musik yang mengenyak. Kunci Hati menyuguhkan kisah jatuh cinta yang sederhana, yang mungkin pernah dialami banyak orang.

10. Percayalah (featuring Raisa)

Percayalah merupakan lagu romantis yang dibawakan Afgan bersama Raisa. Lagu yang diaransemen Ari Renaldi ini bercerita mengenai cinta sejati dan sukses menjadi soundtrack film London Love Story beberapa waktu lalu. Selain itu, lagu ini berhasil menjadi top song RBT pada 2015-2017 lalu.

11. Panah Asmara

Panah Asmara, yang dipopulerkan almarhum Chrisye pada 90-an, sukses dibawakan ulang Afgan dengan nuansa baru dan lebih fresh pada 2011. Dengan lagu ini, Afgan jauh dari bayang-bayang melankolis pop dan untuk pertama kalinya terlihat enerjik. Dengan lagu ini, Afgan mendapatkan penghargaan Anugerah Musik Indonesia untuk musik pop terbaik, juga mix engineer terbaik.

12. Setia Menunggu

Setia Menunggu memiliki nada lirih dan sarat kegelisahan, yang menjadi nadi utama lagu karya Badai Kerispatih ini. Hanya dihidupkan dialog gesekan cello dan petikan gitar, lagu ini seolah murung, tapi dalam waktu yang sama juga menegarkan. Vokal Afgan kembali menonjolkan kekuatannya dalam melantunkan lagu bernada pelan.

13. Kamu yang Kutunggu

Kamu yang Kutunggu ciptaan Alam Urbach merupakan lagu perdana duet Rossa dan Afgan. Lagu ini menceritakan tentang sebuah mimpi dan kepercayaan terhadap cinta yang membuat penantian seseorang terbayar dengan sempurna. Ditambah dengan alunan nada piano, lagu ini makin terdengar romantis, juga menjadi tipikal lagu yang tepat untuk diputar dalam momen-momen romantis, seperti hari pernikahan.

14. Jodoh Pasti Bertemu

Lagu yang dirilis pada 2012 ini ternyata masih dicintai penggemar Afgan. Jodoh Pasti Bertemu mengajarkan keikhlasan seseorang mengenai kehidupan percintaan yang tidak selalu mulus. “Dalam liriknya menyatakan, kalau kamu bukan jodohku, aku enggak akan mengharapkannya,” ujar Afgansyah Reza. Selain itu, lagu ini sempat mengisi soundtrack film Madre (2013) dan berhasil memperoleh beragam nominasi penghargaan musik, baik dalam maupun luar negeri.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
Âİ 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus