Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Mana yang lebih baik buat anak, mengajaknya pergi berlibur atau membelikannya mainan? Jika mempertimbangkan karakter anak yang cenderung lebih cepat bosan, maka liburan adalah jawabannya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Paediatric Nurse Rumah Sakit Universitas Indonesia, Efa Apriyanti mengatakan, ada sesuatu yang penting dipahami oleh para orang tua sebelum memutuskan liburan, baik liburan di rumah saja maupun liburan ke luar rumah. "Kalau di rumah, bukan berarti tak bisa seru. Kalau liburan di luar rumah, bukan berarti tak bisa aman," kata Efa dalam webinar "Bicara Sehat Special Sentra Vaksinasi Covid-19 Yayasan Wings Peduli dan RSUI: Menuju New Normal 2022" pada Kamis, 16 Desember 201.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Berikut delapan alasan pentingnya berlibur bersama keluarga:
- Breaking up the norm
Disadari atau tidak, saat berlibur bersama anak, maka orang tua akan lebih banyak boleh boleh ketimbang melarang. "Kalau sedang tidak berlibur, orang tua sering kali bilang tidak kepada anak, sementara ketika berlibur, orang tua lebih sering bilang 'yes'," kata Efa. Ketika mengizinkan anak mengeksplorasi lingkungannya, menurut dia, ini bagus untuk proses pengembangan diri. - Making time to play
Jangan bilang kalau Anda termasuk orang tua yang lupa cara bermain. Dengan berlibur, maka secara alamiah akan keluar keinginan untuk bermain. Lagipula, menurut Efa, sebagian besar orang tua jarang bermain bersama anak karena sibuk. - Building memories
Efa mengatakan, ada survei yang menunjukkan kalau orang akan lebih banyak mengingat kenangan saat berlibur. Dari survei itu, sebagian orang menggunakan memori saat berlibur untuk membantu mereka melewati masa-masa sulit. "Anak-anak akan lebih mengingat pengalaman yang mereka rasakan selama liburan ini," katanya. - Boosting health
Berlibur baik untuk kesehatan mental, membangun hubungan keluarga, dan pada akhirnya menunjang kesehatan fisik. - Strengthening relationship
Bentuk komunikasi yang terbangun antara orang tua dengan anak selama liburan juga berubah. Jika biasanya bertanya, sudah mengerjakan PR belum? Ada tugas apa dari sekolah? Sudah makan belum? dan pertanyaan sehari-hari lainnya, saat berlibur, maka percakapan akan berubah. - Best learning experience for kids
Anak-anak memiliki karakter alami, yakni cepat bosan. Sebab itu, mereka begitu gembira saat mendapatkan mainan baru, namun beberapa hari kemudian mainan tersebut sudah terserak ke mana-mana atau rusak. "Kalau anak diberi mainan, maka dia bisa bosan. Sementara liburan akan menjadi kenangan yang selalu mereka ingat," ujar Efa. - Getting away from gadget
Tentu ini salah satu tujuan berlibur yang ingin orang tua capai. Mengajak anak untuk mendapatkan pengalaman baru dan menjauh dari gadget. - Rediscover each other
Setiap anggota keluarga dapat mengenali karakter masing-masing selama berlibur. Bagaimana mereka menikmati suasana, respons terhadap pengalaman baru, dan banyak lagi. "Nanti setiap orang akan menyadari, 'oh, ternyata ayah seperti ini, ibu seperti itu, dan anak seperti ini'," kata Efa.
Adapun manfaat berlibur untuk perkembangan anak adalah mempererat hubungan keluarga, membuat si kecil lebih pintar, meningkatkan kepekaan sosial. "Liburan juga meningkatkan rasa percaya diri dan membangun konserp diri. Membuat anak lebih mampu beradaptasi," ujar Efa.
Baca juga:
6 Tips Liburan Saat Pandemi Bersama Keluarga
Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.