Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta – Badan Narkotika Nasional atau BNN kesulitan mengungkap peredaran narkoba melalui jalur laut. Menurut Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Arman Depari, 80 persen narkoba yang masuk ke Indonesia melalui jalur laut.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Narkoba ini ditransfer dari kapal ke kapal. Ini kesulitannya (untuk mengungkap)," kata Arman setelah memusnahkan 40 kilogram sabu asal Malaysia di kantor BNN, Jakarta Timur, Jumat, 26 Januari 2018.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Menurut Arman, sindikat internasional memanfaatkan garis pantai dan laut Indonesia yang luas untuk menyelundupkan narkoba. Jaringan internasional akan menentukan titik koordinat untuk penyelundupan, yang melibatkan nelayan Indonesia.
Petugas, kata dia, sering kali kesulitan menemukan titik keberangkatan dan di mana mereka bertemu. Adapun yang bisa dilakukan petugas adalah menunggu di hilir tempat pendaratan mereka.
Arman menyebut modus seperti ini dilakukan jaringan internasional dari Penang, Malaysia, yang menyelundupkan 40 kilogram sabu ke Indonesia melalui Idi Rayeuk, Aceh. Jaringan mereka menyelundupkan sabu menggunakan kapal cepat atau speedboat dari Penang.
Setelah sampai di Aceh, jaringan Malaysia menyerahkan kendali distribusi narkoba tersebut kepada sindikat yang ada di Indonesia. "Transit dan pertemuan mereka ada di Selat Malaka. Yang mengendalikan di sana sindikat Malaysia," kata Arman.
Narkoba asal Malaysia tersebut berhasil diungkap dari kerja sama BNN dengan Direktorat Bea Cukai serta kepolisian. BNN menangkap empat orang tersangka yang menerima sabu di Aceh, yang berinisial HR, A, S, dan J.
Awalnya, saat penangkapan tersangka berinisial HR, petugas belum menemukan barang bukti sabu tersebut. Setelah melakukan penggeledahan, ternyata sabu sebanyak 10 bungkus kemasan teh hijau degan berat 10 kilogram disimpan di bagian belakang kapal cepat.
Dari hasil interogasi HR, tersangka mengarahkan petugas ke rumah tiga tersangka lainnya dan ditemukan 19 kilogram sabu yang disimpan di dalam rumah.
"Dan ada 10 kilogram dipendam di bawah tanah. Total keseluruhan barang bukti 40 kilogram," ucap pejabat BNN ini.