Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
PERJALANAN dinas Menteri Pertanian kala itu, Syahrul Yasin Limpo, ke Brasil membuat jajaran Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian pontang-panting mencari uang pada Mei 2022. Mereka mencari cara singkat mendapatkan Rp 300 juta untuk mengganti uang kas bendahara. Sebelumnya, mereka berutang kepada bendahara untuk membiayai kebutuhan Syahrul selama di luar negeri.
Mereka sebenarnya rutin mengumpulkan uang setiap bulan untuk biaya operasional menteri. Tapi fulus yang dikumpulkan kerap kurang. Itu sebabnya mereka selalu menggunakan uang kas sebagai dana talangan. “Karena permintaan itu seringnya mendadak,” kata Kepala Bagian Umum Sekretariat Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Edi Eko Sasmito kepada Tempo pada Jumat, 17 Mei 2024.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Fajar Pebrianto, Mutia Yuantisya, dan Didit Hariyadi dari Makassar berkontribusi dalam penulisan artikel ini. Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Saweran Dirjen untuk Pak Menteri"