Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengunjungi Ankara, Turki untuk bertemu dengan Recep Tayyip Erdogan, pada Senin, 17 Februari 2025. Presiden Ukraina itu dijadwalkan bertemu dengan Erdogan pada Selasa. Kunjungan tersebut upaya Zelenskyy mencapai negosiasi untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina, dikutip dari Antara.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Di istana kepresidenan pertemuan dengan Erdogan dimulai sekitar pukul 11.15 waktu setempat. Itu beberapa jam setelah diplomat tinggi Amerika dan Rusia bertemu di Arab Saudi untuk pembicaraan tingkat tinggi pertama mereka sejak Moskow menginvasi Ukraina hampir tiga tahun, dikutip dari France 24.
Pertemuan Zelensky dengan Erdogan
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
1. Memperkuat Kerja Sama
Ajudan utama Erdogan, Fahrettin Altun, mengatakan pada Senin, 17 Februari 2025 bahwa keduanya akan membahas cara untuk memperkuat kerja sama antara kedua negara. Turki sebagai anggota NATO telah berupaya menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangganya yang bertikai di Laut Hitam. Erdogan menempatkan diri sebagai perantara. Bersama Saudi dan UEA, Turki berperan dalam menengahi beberapa kesepakatan pertukaran tahanan antara Rusia dan Ukraina.
2. Bersamaan dengan Pembicaraan Amerika dan Rusia di Arab Saudi
Dikutip dari Middle East Eye, kunjungan Zelensky ke Turki bertepatan dengan pembicaraan Amerika dengan Rusia di Arab Saudi pada hari yang sama. Pertemuan yang mengecualikan Ukraina dan Uni Eropa. Sejak menjabat, Presiden Amerika Donald Trump dan pemerintahannya, termasuk Wakil Presiden J.D. Vance dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth telah mengindikasikan bahwa Washington akan bernegosiasi dengan Moskow tanpa keterlibatan UE.
Washington telah menghubungkan bantuan keuangan dan militer berkelanjutan ke Ukraina dengan akses ke bahan mentah. Para pejabat Amerika mengatakan bahwa tidak ada pasukan Amerika yang akan dikerahkan ke Ukraina untuk tujuan menjaga perdamaian, sebaliknya mereka menyarankan agar pasukan Eropa mengambil alih peran tersebut.
3. Tidak Diundang Perundingan
Setelah pertemuan hampir tiga jam dengan Erdogan, Zelensky mengatakan Ukraina, Uni Eropa, Turki, dan Inggris harus dilibatkan dalam percakapan dan pengembangan jaminan keamanan yang diperlukan dengan Amerika. Ia mengatakan, segala upaya untuk mengakhiri konflik ini harus adil. Menurut Zelenskyy perundingan Amerika-Rusia di Riyadh pada Selasa sebelumnya menegaskan kembali penentangannya terhadap keputusan tanpa Ukraina tentang cara mengakhiri perang.
Ia mengatakan bahwa dirinya tidak diundang ke perundingan di Riyadh dan menunda perjalanannya ke ibu kota Saudi, tempat ia diharapkan datang pada Rabu, sehingga tanggalnya diundur hingga 10 Maret. Perombakan kebijakan Amerika terhadap Rusia oleh Trump telah memicu kekhawatiran bahwa Washington mungkin bersiap memaksa Kyiv untuk mencapai penyelesaian berdasarkan persyaratan Moskow.