Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Internasional

Amerika Sebut Media Resmi Alat Propaganda Partai Komunis Cina

Pemerintahan Amerika pimpinan Presiden Trump menilai media resmi Cina sebagai perpanjangan tangan Partai Komunis Cina.

19 Februari 2020 | 10.25 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Wakil PM Cina, Liu He, saat akan menandatangani kesepakatan dagang tahap pertama di Gedung Putih, Rabu, 15 Januari 2020. REUTERS/Kevin Lamarque
Perbesar
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Wakil PM Cina, Liu He, saat akan menandatangani kesepakatan dagang tahap pertama di Gedung Putih, Rabu, 15 Januari 2020. REUTERS/Kevin Lamarque

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Washington – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berencana untuk memperlakukan lima media resmi Cina yang beroperasi di sana sama seperti kedutaan besar asing.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ini artinya perusahaan media asing itu harus mendaftarkan para pegawai mereka dan kepemilikan properti di kementerian Luar Negeri.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Ini berlaku untuk kantor berita Xinhua News, China Global Television Network, China Radio International, China Daily Distribution Corp., dan Hai Tian Development USA Inc.

“Kontrol atas kebijakan editorial dan konten menguat selama masa pemerintahan Presiden Xi Jinping,” kata salah satu pejabat seperti dilansir Reuters pada Rabu, 19 Februari 2020.

Dua pejabat senior Kemenlu AS mengatakan keputusan itu dilakukan karena Cina telah memperketat kontrol pemerintah atas media.

Presiden Cina, Xi Jinping, juga bertindak lebih agresif menggunakan media resmi untuk menyebarkan propaganda pro-Beijing.

Pejabat tadi juga mengatakan,”Orang-orang ini faktanya adalah tangan-tangan dari Partai Komunis Cina untuk propaganda.”

Kemenlu AS telah menginformasikan ini dan 5 entitas media resmi Cina lewat surat pada Selasa kemarin ke kedutaan besar Cina di Washington. Kedubes Cina belum merespon permintaan konfirmasi soal ini.

Seorang pejabat lainnya mengatakan kontrol Beijing terhadap media resmi Cina semakin draconian atau keras.

Keputusan AS soal media resmi Cina ini menunjukkan eskalasi ketegangan antara kedua negara sejak Presiden Donald Trump terpilih sebagai Presiden AS tiga tahun lalu.

AS dan Cina kemudian terlibat sejumlah konflik seperti perang tarif dengan tuduhan Cina melakukan kegiatan mata-mata terhadap AS dan perusahaan swasta untuk mencari informasi intelijen dan rahasia teknologi.

Amerika dan Cina juga bersitegang terkait dukungan Washington terhadap Taiwan dengan penjualan senjata berteknologi canggih skala besar seperti jet tempur, tank dan peluncur rudal. Cina menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memberontak. Sedangkan Taiwan menganggap dirinya sebagai negara merdeka. 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus