Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Pangeran Arab Saudi Alwaleed bin Talal yang sekarang berada dalam tahanan negara karena tudingan korupsi sedang berunding dengan Kerajaan soal pembebasannya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Menurut laporan kantor berita Reuters seperti dikutip Ejin Sight, miliader yang juga bos besar firma investasi internasional Kingdom Holding melakukan negosiasi masalah pembebasannya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Pangeran Alwaleed bin Talal, milioner kaya yang ditangkap Komisi Anti Korupsi Arab Saudi, memiliki dua pesawat pribadi, yaitu Boeing 747-400 dan Airbus A380. Pesawat 747-400 miliknya dirancang ulang dengan sebuah kursi tahta megah dan mewah terletak di tengah ruang tamu. news.gr
Seorang sumber di Kerajaan mengatakan, namun sejauh ini ada beberapa persyaratan yang masih alot dirundingkan. "Dalam pertemuan, ada beberapa hal yang disodorkan tetapi Jaksa Agung belum menyetujuinya," kata sumber Kerajaan yang tak bersedia disebutkan namanya.
Sumber lain yang paham betul mengenai kasus Pangeran Alwaleed mengatakan kepada Reuters, Sabtu, 13 Januari 2018, Pangeran siap menyumbangkan sejumlah hartanya kepada Kerajaan Arab Saudi guna menghindari tuntutan.Pangeran Alwaleed bin Talal saat berada di High Court, London, Inggris, 2 Juli 2013. Alwaleed juga pernah membeli sebuah kapal layar mewah yang amat mahal dari Presiden AS Donald Trump. Pada 2015, Alwaleed pernah berjanji akan mendonasikan kekayaannya sebanyak 32 miliar dolar saat dia meninggal dunia kelak. REUTERS/Neil Hall
"Kerajaan menolak usulan yang disampaikan Pangeran Alwaleed," ujar sumber.
Kekayaan Pangeran Alwaleed, menurut data yang dimiliki majalah Forbes diperkiarakan mencapai US$ 17 miliar atau setara dengan Rp 227 triliun. Dia ditahan sejak awal November 2017 bersama dengan pangeran dan puluhan puluhan pengusaha serta bekas pejabat Kerajaan Arab Saudi karena tuduhan korupsi.