Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pendapat

Berita Tempo Plus

Keletihan Batin Publik

Dari jengkel, publik kini menjadi letih melihat perilaku nirempati pejabat negara. Tinjauan psikologi sosial.

5 Maret 2023 | 00.00 WIB

 Tempo/Imam yunni
Perbesar
Tempo/Imam yunni

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ringkasan Berita

  • Bertubi-tubinya nirempati penyelenggara negara akan memicu keletihan batin publik.

  • Keletihan itu bertemu dengan krisis kepercayaan kepada penegak hukum.

  • Keletihan akibat menahan kejengkelan publik bisa menjadi pemicu kerusuhan sosial.

JIKA hari-hari ke depan meledak kerusuhan di berbagai daerah, siapa yang akan dimintai pertanggungjawaban? Pertanyaan ini muncul karena, terus terang, saya tidak terlalu ambil pusing dengan sebab-musabab seorang pemuda berumur dua puluh tahun unjuk kenorakan lewat sejumlah tayangan tentang bagaimana ia mengendarai kendaraan-kendaraan mewah. Penjelasan kausalnya gampang: itulah produk pemanjaan berlebihan (over-pampering), baik pemanjaan dari orang tua maupun "pemanjaan" dari otoritas penegakan hukum yang tidak menepati janji pertama Nawacita ā€œnegara hadirā€. Ketidakhadiran otoritas penegakan hukum itu terlihat ketika pemuda itu seenaknya ugal-ugalan di jalan tol dan jalan protokol tanpa tertangkap kamera tilang ataupun petugas di lapangan.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
Reza Indragiri Amriel

Peneliti ASA Indonesia Institute

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
Ā© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus