Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Minat Ganjar Pranowo dalam berpolitik dapat ditelusuri ketika dirinya masih menjadi mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1987.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dilansir dari ganjarpranowo.com, Ganjar yang saat itu masih menjadi mahasiswa semester kedua mengikuti salah satu aktivitas Gerakan Demokrat Kampus yang digagas oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Haris Yunanto, mahasiswa FH kakak tingkat Ganjar, menceritakan bahwa dirinyalah menularkan bibit politik kepada Ganjar. “Ganjar seperti masuk ke ‘rumah’ yang dia inginkan dan ngobrolnya nyambung dengan kami,” ujar Haris.
Di bawah rezim Orde Baru kala itu, Ganjar melihat GMNI dan PDI sebagai antitesis dari Soeharto sekaligus adanya keinginan dirinya untuk belajar soal nasionalisme yang mengerucut ke ajaran Bung Karno.
Selepas lulus dari UGM, pada 1996 Ganjar ikut mendukung Megawati yang waktu itu berhadapan dengan Soejardi. Ganjar kemudian menjadi Anggota DPR pada periode 2004 sampai 2009, dan kembali terpilih pada periode 2009-2014.
Pada periode kedua tersebut, Ganjar pernah menjadi Sekretaris Fraksi PDIP DPR RI yang saat itu diketuai oleh Puan Maharani.
Namun, pada periode kedua tepatnya pada 2013, Ganjar mundur sebagai anggota DPR untuk mengikuti pemilihan Gubernur Jawa Tengah. Ia kemudian terpilih menjadi Gubernur Jawa Tengah sebanyak dua periode, dari 2013-2018 dan 2018-2023.
Kini, Ganjar Pranowo sebagai petugas partai ditingkatkan penugasannya sebagai calon Presiden Republik Indonesia dari PDIP.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri secara resmi menetapkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024. Pengumuman penunjukan ini Megawati sampaikan dalam konferensi pers di Istana Batutulis, Bogor, Jawa Barat.
"Pada jam 13.45, dengan mengucapkan bismillahirohmanirohim menetapkan saudara Ganjar Pranowo, sekarang adalah Gubernur Jawa Tengah sebagai kader dan petugas partai untuk ditingkatkan penugasannya sebagai calon presiden Republik Indonesia dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan," kata Megawati dalam pengumumannya, Jumat, 21 April 2023. .