Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah nama tokoh masuk dalam bursa calon wakil presiden (cawapres) yang akan maju pada Pilpres 2024. Diantaranya terdapat 4 nama putra dan putri dari Presiden Indonesia: Puan Maharani, Agus Harimurti Yudhoyono, Yenny Wahid dan Gibran Rakabuming Raka.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Keempat nama tersebut diperhitungkan dalam survei terbaru yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI). Selain mereka, ada juga nama-nama tokoh potensial lainnya seperti Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, hingga Imam besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Survei tersebut dilakukan pada 1-8 Juli 2023. LSI melakukan survei dengan cara mewawancarai 1242 responden yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah memiliki memiliki hak pilih.
Wawancara dilakukan melalui sambungan telepon dengan pemilihan responden menggunakan metode Random Digit Dialing (RDD) atau pembangkitan nomor telepon secara acak. LSI memperkirakan tingkat error pada kurang lebih 2,8 persen dan tingkat kepercyaan sebesar 95 persen.
Hasil simulasi 24 nama
Berdasarkan survei itu, AHY dinilai memiliki elektabilitas lebih baik ketimbang putra dan putri presiden lainnya. Putra Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono itu mampu secara konsisten masuk jajaran lima besar dalam berbagai simulasi yang digelar.
Misalnya dalam simulasi 24 nama semi terbuka, AHY berada di posisi keempat dengan elektabilitas mencapai 9,5 persen. Dia hanya kalah dari Erick Thohir, Ridwan Kamil dan Mahfud Md.
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani dan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berbincang saat melakukan pertemuan di Hutan Kota Plataran, Senayan, Jakarta, Minggu, 18 Juni 2023. TEMPO/M Taufan Rengganis
Sementara Gibran Rakabuming Raka yang merupakan putra sulung Presiden Jokowi berada di posisi keenam dengan elektabilitas 7,6 persen. Wali Kota Solo ini unggul dari Yenny Wahid yang berada di posisi ke-10 dengan 1,3 persendan Puan Maharani yang berada di posisi ke-13 dengan elektabilitas sebesar 0,8 persen.
Selanjutnya, hasil simulasi 14 nama
Dalam simulasi 14 nama, AHY kembali berada di posisi keempat. Kali ini elektabilitasnya naik tipis menjadi 10 persen. Dia kalah dari Erick Thohir, Ridwan Kamil dan Sandiaga Uno. Gibran Rakabuming Raka berada tepat di bawah AHY dengan elektabilitas 9 persen.
Puan Maharani yang merupakan putri dari Presiden Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri naik ke peringkat kesembilan dengan elektabilitas sebesar 2,6 persen. Yenny Wahid yang merupakan putri dari Presiden Indonesia ke-4, Abdurrachman Wahid alias Gus Dur, tepat berada di bawah Puan dengan elektabilitas 1,9 persen.
Yenny Wahid berbicara dalam Fisipol Leadership Forum (FLF) di Kampus UGM Yogyakarta Jumat 7 Juli 2023. Tempo/Pribadi Wicaksono
Simulasi 7 nama
Dari 4 nama putra dan putri presiden tersebut, hanya tersisa AHY dalam simulasi 7 nama yang dilakukan LSI. Ketua Umum Partai Demokrat lagi-lagi menempati posisi keempat dengan elektabilitas 10,8 persen. AHY kembali kalah dari trio Erick Thohir, Ridwan Kamil dan Sandiaga Uno.
Partai Demokrat sudah mengusung nama AHY untuk menjadi cawapres pendamping Anies Baswedan. Selain itu, Puan Maharani sempat menyatakan bahwa AHY juga masuk dalam bursa cawapres dari partainya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Wali Kota Solo yang juga Kader PDI Perjuangan Gibran Rakabuming Raka memberikan keterangan pers usai pertemuan di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin, 22 Mei 2023. Gibran Rakabuming Raka dipanggila oleh DPP PDI Perjuangan terkait pertemuan Gibran dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. TEMPO/M Taufan Rengganis
Nama Puan sendiri juga sempat mencuat menjadi pendamping Ganjar. Pasalnya, PDIP merupakan satu-satunya partai yang bisa mengajukan pasangan capre-cawapres secara mandiri.
Sementara nama Yenny Wahid sempat diusulkan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk menjadi pendamping capres PDIP, Ganjar Pranowo. Sayangnya, hingga saat ini PSI belum menjalin koalisi secara resmi dengan partai berlambang banteng itu.
PSI juga berada di belakang mencuatnya peluang Gibran Rakabuming Raka untuk maju pada Pilpres 2024. Pasalnya, partai tersebut tengah mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi soal syarat batas usia capres dan cawapres. Mereka meminta syarat batas usia capres dan cawapres diturunkan menjadi 35 tahun. Belakangan mencuat kabar bahwa capres dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto, melirik Gibran.