Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Politik

Berita Tempo Plus

Krisis Ekonomi di Depan Mata

Dari ancaman krisis ekonomi hingga penangkapan Inspektur Jenderal Teddy Minahasa.

16 Oktober 2022 | 00.00 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait nota keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 di Jakarta, 16 Agustus 2022. TEMPO/Tony Hartawan
Perbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait nota keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 di Jakarta, 16 Agustus 2022. TEMPO/Tony Hartawan

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

PEMERINTAH mulai mewaspadai ancaman krisis ekonomi global. Presiden Joko Widodo pada Rabu, 12 Oktober lalu, mengingatkan bahwa krisis ekonomi yang terjadi akibat konflik geopolitik hingga pandemi Covid-19 telah membuat 28 negara menjadi “pasien” Dana Moneter Internasional atau IMF.

“Badai itu sudah datang, persiapan kita harus matang,” kata Jokowi seusai rapat kabinet terbatas. Presiden meminta para menteri bersiap menghadapi risiko krisis tersebut.

Baca: Sejauh Mana Indonesia Terancam Krisis Moneter?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah berupaya memitigasi risiko krisis ekonomi. Salah satunya dengan membuat bantalan agar Indonesia tak ikut terperosok ke jurang resesi. “Anggaran negara difokuskan sebagai shock absorber untuk menahan tekanan ekonomi, membantu masyarakat dengan jaring pengaman sosial,” ujarnya.

Ihwal ancaman resesi di seluruh dunia akibat gejolak inflasi juga disampaikan sejumlah lembaga internasional. Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan ekonomi global terpukul karena inflasi tinggi, kenaikan suku bunga, dan beban utang di negara-negara berkembang.

Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2023 menurun dari 3 menjadi 1,9 persen. “Itu sangat dekat dengan resesi dunia,” katanya di Washington, DC, Amerika Serikat, Kamis, 13 Oktober lalu.

IMF dalam laporan World Economic Outlook edisi Oktober 2022 memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia turun dari 6 persen pada 2021 menjadi 3,2 persen pada 2022 dan 2,7 persen tahun depan. Kepala Ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas menilai risiko resesi—penurunan pertumbuhan ekonomi dua kuartal berturut-turut—meningkat karena inflasi di negara maju.

Amerika salah satunya. Tingginya inflasi akan mendorong bank sentral atau The Federal Reserve menaikkan suku bunga. “Kondisi yang terburuk belum datang,” ucapnya, Selasa, 11 Oktober lalu.

IMF juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 dari 5,2 persen (proyeksi Juli 2022) menjadi 5 persen (proyeksi Oktober 2022). Ini adalah revisi ketiga kali. Pada April lalu, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,9 persen pada 2023.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Shinta Widjaja Kamdani mengatakan pelaku usaha mulai menyiapkan kebijakan-kebijakan antisipatif untuk menangkal resesi. “Termasuk melakukan manajemen arus kas dan arus modal yang adaptif terhadap berbagai skenario krisis,” kata Shinta pada Rabu, 12 Oktober lalu.

Menurut dia, sektor usaha yang paling rentan terkena dampak resesi adalah yang berhubungan langsung dengan aktivitas ekspor dan impor. Misalnya, batu bara dan minyak bumi, industri tekstil, serta otomotif. “Booming harga komoditas sempat menjadi nilai positif perekonomian. Tapi kita perlu mengantisipasi apabila tren ini berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan,” ujarnya.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus