Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Nusa

Dirlantas Polda Jabar Prediksi Arus Balik dan Puncak Wisata Lebaran Akhir Pekan ini

Kepolisian akan melakukan buka tutup hingga one way atau jalur searah untuk mengurangi kemacetan pada puncak arus balik Lebaran 2025.

2 April 2025 | 20.52 WIB

Dirlantas Polda Jawa Barat Kombes Dodi Darjanto (tengah) memberikan keterangan soal puncak arus balik mudik dan puncak wisata selama libur Lebaran di Pos Polisi Hoegeng, Gadog, Bogor, 2 April 2025. Tempo/M. A. Murtadho
Perbesar
Dirlantas Polda Jawa Barat Kombes Dodi Darjanto (tengah) memberikan keterangan soal puncak arus balik mudik dan puncak wisata selama libur Lebaran di Pos Polisi Hoegeng, Gadog, Bogor, 2 April 2025. Tempo/M. A. Murtadho

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Bogor - Direktorat Lalu Lintas atau Dirlantas Polda Jawa Barat memprediksi arus balik pemudik dan puncak wisata lebaran akan terjadi pada akhir pekan ini, 4-6 April 2025. Beberapa opsi rekayasa lalu lintas pun disiapkan oleh kepolisian untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, seperti buka tutup hingga one way atau jalur searah. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

"Polda Jabar sudah menerapkan one way lokal sejak tanggal 3, karena sudah ada pemudik yang sudah mulai kembali ditambah naiknya arus wisatawan," kata Direktur Dirlantas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Dodi Darjanto di Pos Polisi Hoegeng, Gadog, Kabupaten Bogor, Rabu malam, 2 April 2025.

Memasuki H+4 idul fitri ini, kata dia, arus kendaraan di pelbagai ruas jalan di Jawa Barat sudah mulai mengalami kenaikan. Khusus di kawasan Puncak Bogor, Dodi mengatakan peningkatan arus disebabkan naiknya volume kendaraan wisatawan dari Jabodetabek. 

Dodi berujar sejak awal libur lebaran jumlah kendaraan yang masuk ke Puncak hingga hari ini sudah mencapai sekitar 600 ribu kendaraan. "Hari ini aja tercatat sekitar 88 ribu kendaraan. Padahal Puncak itu hanya bisa menampung sekitar 70 ribu kendaraan, sehingga wajar terjadi kepadatan arus lalu lintas," kata Dodi. 

Selain mempersiapkan manajemen rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan puncak arus balik dan wisata, Dodi mengatakan Dirlantas juga sudah memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak memenuhi rest area. Sebab, Dodi menyebut, salah satu kemacetan terjadi karena volume kendaraan di tempat peristirahatan melebihi kapasitas hingga meluber ke jalan.

"Nah itu kan membahayakan dan bisa menyebabkan kecelakaan. Sebab itu, kami imbau warga yang hendak balik dari mudik untuk mempersiapkan diri sejak dari rumah dan mengisi penuh bahan bakar. Jadi hal itu bisa meminimalisasi kepadatan di rest area," kata Dodi. 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus