Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Politik

Ganjar Puji Ma'ruf Amin Soal Tindak Penyalahgunaan Bansos: Itu Cara Mengerem

Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo meminta penyaluran bantuan sosial (bansos) dilakukan oleh pihak yang tidak ikut berkontestasi dalam pemilu.

26 Januari 2024 | 18.56 WIB

Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tengah mengantri bantuan sosial (bansos) pangan di Kantor Pos Tanjung Priok, Jakarta, Selasa 19 September 2023. Sebanyak 1415 bantuan sosial (bansos) pangan berupa beras 10 kg disalurkan untuk kelurahan Tanjung Priok. Penyaluran bansos beras itu dilakukan selama tiga bulan berturut-turut dan setiap KPM akan menerima 30 kg beras. Tempo/Tony Hartawan
Perbesar
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tengah mengantri bantuan sosial (bansos) pangan di Kantor Pos Tanjung Priok, Jakarta, Selasa 19 September 2023. Sebanyak 1415 bantuan sosial (bansos) pangan berupa beras 10 kg disalurkan untuk kelurahan Tanjung Priok. Penyaluran bansos beras itu dilakukan selama tiga bulan berturut-turut dan setiap KPM akan menerima 30 kg beras. Tempo/Tony Hartawan

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo meminta penyaluran bantuan sosial (bansos) dilakukan oleh pihak yang tidak ikut berkontestasi dalam pemilu. Dia meminta bansos dibagikan oleh lurah dan kepala desa.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Cukup dibagikan kepada mereka yang tidak ikut dalam kepentingan politik, kasihkan saja pada para lurah, kades, kan cuma berbagi saja," ujar Ganjar di Stadion Golo Dukal, Langke Rembong, Manggarai, NTT, Jumat, 26 Januari 2024.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Dia menilai hal itu bisa mengantisipasi potensi penyalahgunaan bansos. Ganjar juga memuji Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin yang menaruh perhatian terkait penyaluran bansos.

“Itu bagian cara kita mengerem, saya paham betul segala sesuatu yang seperti ini akan bisa disalahgunakan. Makanya respect pada pak Wapres yang menyampaikan itu harus diproses,” katanya.

Sebelumnya, Ganjar mengaku sudah memprediksi pembagian bansos akan menuai kontroversi lantaran kerap dimanfaatkan oleh para pejabat untuk mengkampanyekan salah satu paslon.

“Ya saya kemarin sudah bicara, pasti akan terjadi sesuatu, politisasi dari seluruh fasilitas yang ada, maka kenapa para pejabat mesti paham betul kapan melaksanakan tugas kenegaraan dan pemerintahan, dan kapan berkampanye,” ungkap Ganjar.

Oleh karena itu, ia sepakat dengan Ma’ruf Amin bahwa penyalahgunaan bansos untuk kampanye harus ditindak oleh Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu.

“Kalau Pak Wapres bilang seperti itu, maka penting buat saya untuk ditindaklanjuti (bawaslu), dari semua yang dilaporkan masyarakat sehingga pemilu kita harapkan bisa damai,” pungkasnya.

Belakangan ramai beredar di media sosial X foto beras Bulog kemasan kantong plastik ukuran 5 kilogram ditempeli stiker pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Hal ini menuai polemik lantaran beras Bulog tersebut merupakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus