Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pendidikan

IPB University Buka Program Studi Baru Smart Agriculture dengan Keketatan Tinggi

Prodi Smart Agriculture menempati posisi ke-5 program studi dengan tingkat keketatan tinggi pada jenjang program sarjana (S1) iPB University.

27 Agustus 2024 | 09.16 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Sekretariat Prodi Smart Agriculture diresmikan secara simbolis oleh Wakil Rektor IPB University bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof. Deni Noviana, pada Sabtu, 17 Agustus 2024. Dok. Humas IPB

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Fakultas Pertanian IPB University telah meresmikan sekretariat program studi baru Smart Agriculture. Sekretariat Prodi Smart Agriculture diresmikan secara simbolis oleh Wakil Rektor IPB University Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Deni Noviana pada Sabtu, 17 Agustus 2024.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Peresmian Prodi Smart Agriculture dihadiri oleh sejumlah pimpinan IPB University, di antaranya Sekretaris Institut Agus Purwito, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Deni Noviana, Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumber Daya dan Infrastruktur Alim Setiawan Slamet, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Pengembangan Agromaritim Ernan Rustiadi, Wakil Rektor Bidang Konektivitas Global, Kerja Sama, dan Alumni Iskandar Z Siregar, para dekan, dan pimpinan di Fakultas Pertanian.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Deni Noviana mengatakan Prodi Smart Agriculture menempati posisi ke-5 program studi dengan tingkat keketatan tinggi pada jenjang program sarjana (S1). Pada tahun 2024 ini perbandingan keketatan Prodi Smart Agriculture adalah 1:32. "Jumlah mahasiswa saat ini sebanyak 44 orang dari berbagai jalur masuk di IPB University," kata Deni dikutip dari siaran pers, Selasa, 27 Agustus 2024.

Dekan Fakultas Pertanian Suryo Wiyono menambahkan, lahirnya Prodi Smart Agriculture juga didorong dengan adanya kerja sama antara IPB University dan Gyeongsang National University (GNU) Korea Selatan.

“Smart Agriculture juga terbuka untuk sharing fasilitas dengan fakultas atau prodi lain. Tenaga pengajar tidak hanya berasal dari Fakultas Pertanian, tetapi juga dari Fakultas Teknologi Pertanian dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, selain itu juga dari GNU,” ujarnya.

Ketua Prodi Smart Agriculture IPB University Awang Maharijaya mengatakan prodi ini juga mendapat hibah dari GNU untuk perbaikan laboratorium, pembangunan agriphotovoltaic, dan plant factory yang akan digunakan sebagai fasilitas pendidikan mahasiswa.

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
>
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus