Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
Pola peretasan yang dialami aktivis dan jurnalis beberapa tahun terakhir menjadi indikasi perangkat lunak mata-mata buatan Israel, Pegasus, telah lama dioperasikan di Indonesia.
Kasus penyalahgunaan Pegasus terkuak di banyak negara. Jejak penyalahgunaan serupa terendus di Indonesia.
Dua perusahaan di Jakarta ditengarai menjadi pintu masuk NSO Group, pengembang Pegasus, untuk memasarkan produk pengintaianya di Indonesia. BIN dan Polri dicurigai sebagai pengguna.
JAKARTA -- Damar Juniarto sudah lama mendengar bahwa Pegasus, perangkat lunak yang dikembangkan perusahaan siber intelijen asal Israel, NSO Group Technologies, telah masuk ke Indonesia. Lima tahun lalu, pada masa sekitar Pemilihan Umum 2019, seorang pejabat pemerintah bercerita kepada Damar bahwa ada seorang bekas wakil menteri yang membeli Pegasus. “Pejabat itu melihat alat itu didemonstrasikan dan bekerja,” kata Damar, Direktur Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFENet), kepada tim IndonesiaLeaks di Jakarta.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo