Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyampaikan perkembangan terbaru soal persiapan retret kepala daerah tahap dua. Bima mengatakan pemerintah masih menyiapkan berbagai aspek yang dibutuhkan, terutama alokasi anggaran untuk pelaksanaan agenda tersebut.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Pilihan editor: Setelah Revisi UU TNI: Tentara Masuk Kampus
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Kegiatan (retret tahap dua) tersebut akan digelar lebih sederhana," kata Bima dalam keterangan resminya pada Kamis, 3 April 2025.
Retret lanjutan ini, kata Bima, diperuntukkan bagi kepala daerah yang belum mengikuti retret yang berlangsung di Magelang beberapa waktu lalu. Termasuk bagi para kepala daerah yang sudah dilantik setelah gugatan kemenangannya ditolak oleh Mahkamah Konstitusi dalam putusan akhir.
Sementara itu, bagi daerah yang masih dan akan menjalani pemungutan suara ulang (PSU), pemerintah akan menyiapkan retret tahap ketiga bagi para kepala daerah terpilih di wilayah tersebut. Retret bagi para kepala daerah pemenang PSU tersebut akan menjadi rangkaian terakhir dari agenda retret kepala daerah yang dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri.
"Nanti gelombang terakhir itu setelah PSU ini selesai semua," ucap politikus Partai Amanat Nasional tersebut.
Diketahui MK memberikan putusan bagi 24 daerah untuk melakukan PSU. 10 daerah melakukan PSU di sebagian tempat pemungutan suara (TPS) dan 14 sisanya dilakukan di seluruh TPS.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebelumnya mengatakan retret kepala daerah di Akademi Militer atau Akmil Magelang bertujuan untuk mempererat hubungan. Mantan Kepala Kepolisian RI ini menegaskan pembangunan daerah tidak bisa dilakukan secara terpisah.
"Retret itu kumpul-kumpul dalam rangka saling kenal antargubernur, gubernur dengan bupati (dan wali kota), supaya saling akrab,” kata Tito dikutip dari keterangan resmi Kementerian Dalam Negeri.
Menurut Tito, nantinya kepala daerah dapat mendengarkan masukan dan berdialog dengan pembicara. “Sehingga paling tidak satu visi," katanya.
Adapun materi yang akan disampaikan dalam retret kepala daerah di antaranya terdiri dari tiga hal. Pertama, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kepala daerah; kedua, program Asta Cita yang akan dipaparkan oleh para menteri terkait; serta ketiga, pembekalan dari Lemhannas. Selain itu, Kementerian Keuangan juga akan memberikan pemahaman mengenai efisiensi anggaran, serta peran pemerintah daerah dalam mendukung efisiensi.
Daniel Ahmad Fajri ikut berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Pilihan editor: Temui Jokowi di Momen Lebaran, Sri Mulyani: Silaturahmi Saja