Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Sunanto dan sejumlah pengurus pagi ini bertemu Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Negara, Jakarta. Sunanto menyebut pihaknya mengundang Jokowi untuk membuka Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke-18 yang digelar 21-24 Februari di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Jawaban Pak Presiden insya Allah bisa membuka dan saya sebagai ketua umum mengucapkan terima kasih, semoga tidak ada halangan apa pun untuk bisa membuka acara muktamar kami," kata dia usai pertemuan di Istana, Senin, 30 Januari 2022.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Nantinya dalam Muktamar, Sunanto menyebut pihaknya akan menyampaikan usulan ke peserta untuk mengangkat Jokowi sebagai Bapak Perintis Indonesia Maju. "Akan kami sematkan nanti di Muktamar Pemuda Muhammadiyah," kata dia.
Sunanto penyebut usulan Bapak Perintis Indonesia Maju ini merupakan apresiasi atas warisan dari pemerintahan Jokowi. Pemuda Muhammadiyah tidak memilih usulan Bapak Infrastruktur, karena bisa diklaim oleh pengganti Jokowi ketika nanti ada peresmian infrastruktur.
"Kalau bapak infrastruktur menjadi stagnan bukan menjadi harapan, bukan menjadi suatu value yang bisa diteruskan menjadi, maka kami usul kami sematkan dan semoga ini bisa diterima banyak kalangan karena kerja-kerja beliau," kata Sunanto.
Selain soal Muktamar, Pemuda Muhammadiyah dan Jokowi berbicara soal proyek Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara. Menurut Sunanto, dukungan Pemuda Muhammadiyah terhadap IKN jadi faktor utama muktamar digelar di Balikpapan. "Kami ingin menjelaskan bahwa pembangunan dan cita-cita pembangunan IKN itu, satu adalah harapan, kedua adalah pemerataan," kata dia.
Menurut Sunanto, rencana IKN ini perlu didukung dan pemuda-pemuda di Muhammadiyah diharapkan bisa melihat langsung proyek ini. "Tidak hanya soal fisiknya, tapi soal cita-citanya. Itu yang kami konstruksi dan kami harapkan. jadi, perdebatannya tidak soal fisik, tetapi gagasan besarnya," kata dia.
Ini bukan usulan pertama Pemuda Muhammadiyah. Sebelumnya, organisasi ini juga mengusulkan Jokowi diberi anugerah Bapak Pemuda Indonesia. "Saya harap Pak Jokowi menegasikan diri sebagai legacy yang berkepanjangan adalah Bapak Pemuda Indonesia," ujar Sunanto di beberapa media, Juli 2022.