Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Prabowo mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Emeritus Uskup Agung Kupang Monsinyur Petrus Turang saat melayat ke Gereja Katedral Jakarta pada 4 April 2025. Mgr Turang diketahui memiliki hubungan kekerabatan dengan ibu Prabowo, Dora Marie Sigar.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Saya datang melayat karena memang Mgr. Turang memang saya kenal baik, sering ketemu dan juga ada hubungan keluarga juga. Jadi, ya, saya kira sebagai manusia kita memberi penghormatan kita. Saya ucapkan belasungkawa ke keluarganya semua,” kata Prabowo di Gereja Katedral Jakarta, 4 April 2025.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Prabowo mengenang Turang sebagai orang yang baik, selalu berpikir positif, dan selalu bekerja untuk rakyat kecil.
Prabowo tiba di Gereja Katedral Jakarta menggunakan Maung didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sekitar pukul 15.38 WIB. Ia disambut langsung oleh Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo. Kemudian Prabowo masuk ke dalam gereja diiringi Kardinal Suharyo. Prabowo hanya tujuh menit berada di dalam gereja.
Mgr. Petrus Turang lahir di Tataaran, Manado, Sulawesi Utara, 23 Februari 1947. Dia ditahbiskan menjadi imam dioses Keuskupan Manado pada 18 Desember 1974.
Kardinal Suharyo bercerita, ia mengenal Turang sejak tahun 1977 ketika belajar bersama di Roma, Italia. Suharyo mengatakan Turang belajar ilmu sosiologi di Roma dan pulang ke Tanah Air mengabdi untuk masyarakat.
“Beliau menjadi sekretaris eksekutif di Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Namanya Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi. Tugasnya adalah berkeliling di seluruh Indonesia untuk berusaha mencari jalan pemberdayaan masyarakat,” kata Suharyo di Gereja Katedral Jakarta.
Kemudian, Turang diangkat menjadi Uskup Agung bersama Suharyo pada 1997. Selamat menjabat di KWI, Turang berkeliling untuk pemberdayaan masyarakat kecil.
“Maka semboyan waktu beliau menjadi uskup itu adalah seperti Yesus yang berkeliling sambil berbuat baik. Begitulah yang dikerjakan sampai akhir hidupnya,” ujarnya.
Keuskupan Agung Kupang mengumumkan bahwa Mgr. Petrus Turang meninggal di Jakarta setelah dirawat secara intensif di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta Selatan.
Mgr. Petrus Turang meninggal pada pukul 06.20 WIB. Jenazah akan diterbangkan ke Kupang pada Sabtu pagi. Jenazah akan disemayamkan di Gereja Kristus Raja Katedral Kupang saat tiba di Kupang dan akan dimakamkan pada 8 April 2025.