Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Politik

Resmikan Bank Emas, Prabowo Minta Maaf ke Jokowi

Presiden Prabowo Subianto mengatakan persiapan bank emas dilakukan sejak era Jokowi. Takdirlah yang membuat ia kini meresmikannya.

26 Februari 2025 | 16.58 WIB

Setelah memberikan konsesi tambang, Prabowo akan menjadikan pengurus ormas sebagai penasihat Danantara.
Perbesar
Setelah memberikan konsesi tambang, Prabowo akan menjadikan pengurus ormas sebagai penasihat Danantara.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta maaf kepada mantan Presiden Joko Widodo saat meresmikan bank emas atau bullion bank di The Gade Tower, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Februari 2025,

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Awalnya Prabowo berterima kasih kepada semua pihak yang meluncurkan bank emas. Sebab, kata dia, persiapan bank emas berlangsung selama 4 tahun lebih. Ia mengatakan takdir membuat dirinya yang meresmikan bank emas meski disiapkan pada era Jokowi.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

“Saya ucapkan terima kasih atas semua pihak yang sudah bekerja keras untuk mencapai hari ini saya paham bahwa persiapan bank emas ini memakan waktu cukup lama Kalau tidak salah lebih dari 4 tahun. Takdir saya bahwa saya yang meresmikan,” kata Prabowo.

Prabowo pun secara khusus berterima kasih kepada Jokowi karena banyak program yang dibuat semasa pemerintahan Jokowi. Ia pun mengaku bakal ketemu Jokowi besok sekaligus meminta maaf.  

“Saya akan minta maaf, minta maaf Pak Jokowi, Bapak yang bekerja keras dengan menteri-menteri bapak. Padahal menteri-menteri Bapak banyak yang saya pakai juga. Kalau sudah timnya bagus ya kenapa harus diganti gitu loh, boleh nggak,” kata dia. “Manajer boleh diganti kalau timnya, pemainnya masih bagus ya pakai, terus asal kuat gitu kan. Kalau enggak kuat ya boleh mundur gitu kan. Tapi kayaknya masih kuat nih.”

Pada kesempatan yang sama, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan peluncuran bank emas ini sebagai ekosistem perdagangan emas nasional. Menurut Erick, Indonesia memiliki cadangan emas terbesar keenam di dunia, yakni 2.600 ton emas. Namun simpanan emas batangan Indonesia masih jauh tertinggal dari Singapura yang memiliki 228 ton emas batangan. 

“Dan kalau kita gabungkan Pak, yang ada di bank sentral ada 80 ton. Lalu di Bank Syariah Indonesia (BSI) kurang lebih 100 ton yang sebagian ada tabungan titipan dan lain-lain,” kata Erick dalam sambutannya di The Gade Tower, Jakarta Pusat, 26 Februari 2025.

Sementara di Pegadaian ada sekitar 17,5 ton. Artinya, kata Erick, Indonesia hanya memiliki cadangan emas bayangan 201 ton dan tertinggal dari Singapura. 

Dalam pernyataan sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengklaim melalui bank emas ini pemerintah bisa menciptakan 800 ribu lapangan kerja sekaligus meningkatkan produk domestik bruto (PDB).

"Dari sisi ekonomi, bank emas berpotensi meningkatkan PDB Indonesia sekitar Rp 245 triliun serta berpotensi menciptakan sekitar 800 ribu lapangan kerja," kata Erick melalui keterangan tertulis pada Senin, 17 Februari 2025.  

Erick berharap bank emas bisa memperkuat hilirisasi ekosistem emas. Nantinya, kata dia, masyarakat bisa melakukan transakasi seperti penitipan emas, perdagangan, simpanan, dan pembiayaan. Ia meyakini kebijakan ini bisa mendorong pertumbuhan perekonomian hingga 8 persen. "Hilirisasi emas di Indonesia ini memberikan manfaat untuk negara dan masyarakat," ujarnya. 

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pemerintah juga mendorong agar perusahaan jasa keuangan swasta bisa turut mengajukan diri untuk mengelola bank emas. 

"Kami dorong semua. Karena reserve emasnya biar tidak hanya di pemerintah tapi di masyarakat juga," ujar Erick saat ditemui usai usai acara MINDialogue di Soehanna Hall, Jakarta, pada Kamis, 9 Januari 2025.

Dede Leni Mardianto berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Eka Yudha Saputra

Eka Yudha Saputra

Alumnus Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Bergabung dengan Tempo sejak 2018. Anggota Aliansi Jurnalis Independen ini meliput isu hukum, politik nasional, dan internasional

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus