Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kabar

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan Gunakan Hisab Hakiki Wujudul Hilal, Apa Itu?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah umumkan 1 Ramadan pada kamis 23 Maret 2023. Penentuannya dengan cara hisab hakiki wujudul hilal, apa artinya?

21 Maret 2023 | 12.12 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Ilustrasi Buka Puasa. shutterstock.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Lewat Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2023 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1444 Hijriah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengumumkan kapan awal Ramadan yang menjadi bulan berpuasa bagi umat muslim.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Muhammadiyah: Ramadan 1444 H jatuh pada Kamis, 23 Maret 2023

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengumumkan bahwa 1 Ramadan 1444 H jatuh pada hari Kamis, 23 Maret 2023. Kemudian, 1 Syawal 1444 Hijriah jatuh pada Jumat, 21 April 2023. Sedangkan, 1 Zulhijah 1444 Hijriah jatuh pada Senin, 19 Juni 2023.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga mengumumkan tanggal Hari Arafah dan Iduladha. Hari Arafah pada 9 Zulhijah 1444 Hijriah jatuh pada Selasa, 27 Juni 2023. Sedangkan Iduladha pada 10 Zulhijah 1444 Hijriah jatuh pada Rabu, 28 Juni 2023.

Pengumuman yang dibuat oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini berdasarkan pada hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Lalu, apa itu hisab hakiki wujudul hilal?

Hisab Hakiki Wujudul Hilal

Dalam lamannya, Muhammadiyah menjelaskan apa itu hisab hakiki wujudul hilal. Penjelasan ini terdapat dalam artikel berjudul “Hisab Hakiki Wujudul Hilal, Apa dan Bagaimana?”. Sebenarnya, terdapat dua metode hisab, yakni hisab urfi dan hisab hakiki.

Metode hisab urfi dilakukan dengan perhitungan yang didasarkan pada peredaran rata-rata bulan dan bumi mengelilingi matahari. Metode perhitungan hisab yang seperti ini menghitung umur bulan secara tetap dengan pematokan hari dalam bulan-bulan Hijriah sebanyak 30 hari untuk bulan ganjil dan 29 hari untuk bulan genap dalam satu tahun, kecuali bulan Zulhijah, pada tahun kabisat, berjumlah 30 hari.

Sedangkan, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki. Metode ini mengacu pada gerak faktual bulan di langit. Hal ini berarti awal dan akhir bulan berdasarkan pada kedudukan atau perjalanan bulan. Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki karena memungkinkan perhitungan yang setepat-tepatnya berdasarkan posisi bulan dan matahari pada saat penghitungan.

Tak hanya hisab hakiki saja, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki dengan kriteria wujudul hilal. Metode hisab hakiki wujudul hilal berarti matahari terbenam lebih dahulu daripada bulan walaupun hanya berjarak satu menit atau kurang.

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus