Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia atau BI mengadakan program penukaran uang baru saat Ramadan menjelang Lebaran 2024 atau Idul Fitri 1445 Hijriah. Program ini bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat untuk penggunaan uang yang layak edar selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN).
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
1. Penukaran Area Jabodebek
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Layanan kas keliling untuk penukaran uang baru di empat lokasi di Jabodebek mulai Senin, 25 Maret 2024. Lokasi tersebut meliputi Pasar Senen, Pasar Kopro, Pasar Tebet Barat, dan Pasar Kramat Jati.
Sebelum melakukan penukaran uang, masyarakat diminta untuk melakukan pendaftaran pemesanan terlebih dahulu. Proses pendaftaran dilakukan melalui situs web pintar.bi.go.id dengan memilih lokasi penukaran yang diinginkan. Informasi mengenai lokasi penukaran juga dapat diakses melalui situs yang sama.
2. 306 layanan di Jawa Barat
Muhamad Nur, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat menjelaskan, bersama dengan lembaga perbankan, mereka telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp13,2 triliun untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang selama periode Lebaran 2024.
"Besar uang tunai tersebut lebih tinggi dari proyeksi kebutuhan uang masyarakat sebesar Rp13,1 triliun yang mengacu pada 2023," kata Nur, Rabu, 20 Maret 2024, dikutip dari Antara.
BI juga menyediakan layanan penukaran uang yang tersebar di 306 lokasi di wilayah Jawa Barat. Lokasi tersebut termasuk termasuk di kantor perbankan, layanan kas keliling Bank Indonesia, serta lokasi-lokasi pusat keramaian seperti bandara, stasiun, terminal, dan rest area di beberapa ruas jalan tol.
3. Cara Menukar Uang
Sebelum melakukan penukaran uang baru melalui kas keliling BI masyarakat diwajibkan untuk melakukan langkah-langkah berikut:
- Melakukan pemesanan penukaran uang melalui situs web pintar.bi.go.id dan mendapatkan bukti pemesanan penukaran.
- Mengelompokkan dan menyusun uang rupiah yang akan ditukarkan. Uang rupiah perlu dipisahkan berdasarkan jenis pecahan dan tahun emisi. Setelah dipisahkan, uang disusun secara searah. Bank Indonesia mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan selotip, perekat, lakban, atau stapler untuk mengelompokkan atau menggabungkan uang.
- Menyiapkan uang yang akan ditukarkan dengan nominal yang sesuai dengan bukti pemesanan secara persis.
4. Proses Penukaran Uang
Setelah melakukan pemesanan penukaran, saatnya untuk melakukan proses penukaran uang baru. Menurut informasi yang disampaikan melalui situs web PINTAR Bank Indonesia, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:
- Harus hadir di lokasi, pada tanggal, dan waktu yang telah tercantum di bukti pemesanan
- Menunjukkan bukti pemesanan penukaran dalam bentuk digital atau hasil cetak
- Menyiapkan uang rupiah dalam jumlah yang sesuai, yang sudah dikelompokkan berdasarkan jenis pecahan dan tahun emisi, serta disusun secara teratur.
- Proses penukaran tidak dapat diwakilkan, sehingga penukar harus membawa KTP asli.
5. Rp4 Juta
Bank Indonesia atau BI telah mengeluarkan kebijakan baru mengenai batas penukaran uang menjelang Hari Raya Idul Fitri 2024. Batas penukaran uang baru telah ditingkatkan menjadi Rp4 juta bagi masyarakat. Sebelumnya, batas maksimum penukaran Rp3,8 juta.
"Ini sesuai evaluasi kami dan masukan dari masyarakat tahun lalu," kata Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim di Kantor BI pada Jumat, 15 Maret 2024.
Dia menjelaskan, paket penukaran uang rupiah selama Ramadan hingga Idul Fitri 2024 memiliki variasi yang lebih luas. Tahun ini, penukaran mencakup pecahan mulai dari Rp1.000 hingga Rp50 ribu. Untuk pecahan Rp 1.000, paket penukarannya mencapai Rp 100 ribu atau setara dengan 100 lembar. Pecahan Rp2.000, maksimal 200 lembar atau senilai Rp400 ribu.
ANNISA FEBIOLA | ANTARA
Pilihan Editor: Ini Lokasi Penukaran Uang Lebaran di Jakarta Beserta Jadwalnya