Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Teknologi & Inovasi

Ambisi Putin Eksplorasi Ruang Angkasa, Punya Stasiun Orbit di 2027

Putin menargetkan memiliki stasiun luar angkasa Rusia pada tahun 2027.

27 Oktober 2023 | 15.00 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara pada upacara pembukaan Forum Sabuk dan Jalan (BRF), untuk memperingati 10 tahun Inisiatif Sabuk dan Jalan di Aula Besar Rakyat di Beijing, 18 Oktober 2023. REUTERS/Edgar Su/ Berkas Foto
Perbesar
Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara pada upacara pembukaan Forum Sabuk dan Jalan (BRF), untuk memperingati 10 tahun Inisiatif Sabuk dan Jalan di Aula Besar Rakyat di Beijing, 18 Oktober 2023. REUTERS/Edgar Su/ Berkas Foto

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Vladimir Putin mengatakan pada hari Kamis bahwa segmen pertama dari stasiun orbital baru Rusia, yang dianggap Moskow sebagai pengembangan logis berikutnya dalam eksplorasi ruang angkasa setelah Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), harus dioperasikan pada tahun 2027.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dalam pertemuan dengan para pejabat industri antariksa, Putin juga berjanji untuk melanjutkan program bulan Rusia meskipun gagal melakukan penjelajahan ke bulan pertama dalam 47 tahun pada bulan Agustus, kantor berita Rusia melaporkan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Putin, dikutip dari Reuters, mengatakan keputusan Moskow untuk memperpanjang partisipasinya di ISS hingga tahun 2028, yang kini berusia 25 tahun, adalah tindakan sementara.

“Ketika sumber daya Stasiun Luar Angkasa Internasional habis, kita tidak hanya membutuhkan satu segmen, tapi seluruh stasiun untuk dapat dioperasikan,” kata Putin tentang stasiun orbital baru Rusia. “Dan pada tahun 2027, segmen pertama harus ditempatkan di orbit.”

Dia mengatakan pengembangan stasiun tersebut harus berjalan “pada waktu yang tepat” atau program Rusia berisiko tertinggal dalam hal pengembangan penerbangan luar angkasa berawak.

Stasiun baru tersebut, katanya, harus "mempertimbangkan semua pencapaian kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan memiliki potensi untuk melaksanakan tugas-tugas masa depan".

Yuri Borisov, kepala badan antariksa Rusia, Roscosmos, mendukung posisi Putin sebagai sarana untuk mempertahankan kemampuan negaranya dalam penerbangan luar angkasa berawak. “ISS semakin tua dan akan berakhir sekitar tahun 2030,” kata agensi Rusia mengutip pernyataannya kepada wartawan.

“Jika kita tidak memulai pekerjaan skala besar untuk membuat stasiun orbital Rusia pada tahun 2024, kemungkinan besar kita akan kehilangan kemampuan karena kesenjangan waktu. Maksud saya adalah ISS tidak akan ada lagi dan stasiun Rusia tidak akan ada lagi. tidak akan siap." Dalam sambutannya, Putin juga mengatakan bahwa dia telah diberitahu sepenuhnya tentang kesalahan teknis yang menyebabkan jatuhnya pesawat Luna-25 pada bulan Agustus di kutub selatan bulan.

"Tentu saja kami akan mengupayakannya. Program bulan akan terus berlanjut. Tidak ada rencana untuk menutupnya," kata Putin.

"Kesalahan tetaplah kesalahan. Ini memalukan bagi kita semua. Ini adalah eksplorasi ruang angkasa dan semua orang memahaminya. Ini adalah pengalaman yang bisa kita gunakan di masa depan."

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Sunu Dyantoro

Sunu Dyantoro

Memulai karier di Tempo sebagai koresponden Surabaya. Alumnus hubungan internasional Universitas Gadjah Mada ini menjadi penanggung jawab rubrik Wawancara dan Investigasi. Ia pernah meraih Anugerah Adiwarta 2011 dan 2102.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus