Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Teknologi & Inovasi

Venus, rahasiamu terungkap

Ilmiawan nasa meneliti venus, selama 8 bulan mereka menghimpun data radar yang dikirim kapal ruang angkasa "pioner venus orbiter", radar dari pioner venus orbiter al menemukan bekas jaringan.

21 Juni 1980 | 00.00 WIB

Image of Tempo
Perbesar

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

AKHIRNYA selendang yang membalut Venus tanggal. Wajahnya yang bopeng dan kerut terungkap. Dan citra indah yang dibayangkan jiwa romantis selama berabad-abad tersapu oleh hasil penelitian para ilmiawan NASA, badan penerbangan ruang angkasa Amerika Serikat. Selama 18 bulan mereka menghimpun data radar yang dikirim oleh kapal ruang angkasa Pioneer Venus Orbiter, hingga berhasil menyusun sebuah peta yang mencakup hampir 93% permukaan planet Venus. Peta ini baru saja diperkenalkan kepada umum oleh Dr. Harold Masursky dari US Geological. Survey, (USGS' -- Badan Penelitian Geologi AS) dan Dr. Gordon Pettingill dari Masachusetts Institute of Technology. Keduanya peneliti utama dalam proyek radar NASA itu -- mengemukakan bahwa permukaan tuna-air planet Venus "berbeda dari permukaan bumi". Hanya 16% permukaannya merupakan dulang rendah yang sebanding dengan dulang yang membentuk samudra di bumi. Wilayah samudra dan laut di bumi mencakup 70,8% permukaannya. Garis tengah rata-rata Venus ditetapkan sebesar 6.050 km. Ukuran ini menjadi patokan untuk menentukan tinggi rendah wilayah di permukaan planet itu, seperti halnya permukaan laut di bumi. Mulai Tersingkap Planet Venus di Indonesia dikenal sebagai bintang Fajar, Kejora, Johor, Timur dan banyak lagi nama. Ia terdekat dengan bumi Ribuan tahun sebelum Masehi manusia sudah mengenalnya dengan berbagai nama. Bintang itu tampak menjelang fajar di ufuk timur atau lepas senjata di ufuk barat dan merupakan benda langit paling cemerlang setelah matahari dan bulan. Orang Yunani menamakannya Phosph di kala tampak fajar hari dan Hes perus di kala senja. Nama dewi cinta Venus pun sudah melekat sejak ribuan tahun. Dan mungkin ia berakar dalam nama Isthar, dewi cinta dan perang bangsa Babilonia. Orang Arab menamakannya Athar. Sejak Galileo di awal abad ke-17 mengarahkan teropongnya ke planet ini, diketahui bahwa ia diselimuti lapisan awan tebal berwarna putih kekuning-kuningan. Lapisan tebal ini belum pernah tertembus teleskop terkuat mana pun hingga planet itu tetap diliputi rahasia. Pernah orang menggambarkan permukaan planet itu terdiri dari lautan merata atau gurun asir yang luas atau rimba lebat. Ada pula dugaan bahwa permukaan itu dilipti zat hidro-karbon seperti minyak dengan awan terdiri dari zat formaldehida bahkan sampai tahun 1960-an belum bisa diketahui masa putaran planet itu melalui porosnya. Baru setelah Uni Soviet, Februari 1961, meluncurkan sebuah kapal ruang angkasa menuju planet itu, rahasianya mulai tersingkap sedikit. Kemudian, Juli dan Agustus 1962, Amerika Serikat meluncurkan Mariner- I dan II. Sejak itu bisa dipastikan bahwa masa putaran Venus amat lamban, hampir sebanding dengan 8 bulan di bumi atau lebih 243 hari bumi. Pusingan itu pun berlawanan dengan arah jarum jam. Semua planet dalam tatasurya -- termasuk bumi -- berpusing mengikuti arah jarum jam, terkecuali planet Uranus. Bagi "orang Venus", matahari terbit di ufuk barat dan tenggelam di ufuk timur. Penelitian terhadap Venus berlangsung terus dengan peluncuran berbagai kapal ruang angkasa. Umpamanya Amerika Serikat meluncurkan lagi Pioneer Venus orbter dan Pioneer Venus Multi Probe, ke planet itu. Pioneer Venus Orbiter yang dilengkapi dengan peralatan radar tiba di sana 4 Desember 1978. Peralatannya mencalat dan mengirim datanya kembali ke Bumi. Ditemukan bahwa titik tertinggi di Venus -- kemudian diberi nama Max well Montes - menjulang sampai 11.800 m, jauh lebih tinggi dari Gunung Everest (8.848 m di bumi. Sebaliknya, kedalaman rata-rata permukaan Venus hanya sekitar 3.000 m, dibanding dengan parit Mariana di Samudra Pasifik Barat, misalnya, 11.022 m. Ditemukan juga sebuah parit raksasa yang sepanjang 2.250 km melilit wilayah khatulistiwa. Lebarnya yang mencapai 300 km dan dalamnya ratarata 5 km. Bandingkanlah dengan jurang terbesar di lumi, Grand Canyon di Amerika Serikat, yang panjangnya "hanya" 700 km, lebar 10 sampai 20 km dan kedalaman 1,5 sampai 2 km. Planet Venus -- hampir sama dengan Bumi -- mengelilingi matahari dalam orbit lebih kecil dengan masa cdar 223 hari. Jarak terdekat dengan Bumi (42 juta km) terjadi di kala Venus berada antara bumi dan matahari. Bila jarak ini ditempuh dengan plet berkecepatan 40 km sejam tanpa berhenti, hanya dibutuhkan 120 tahun. Ini ditambah 610 tahun lagi bila Venus kebetulan berada di balik matahari, pada jarak terjauh, 256 juta km dari bumi. Pioneer Venus Multi Probe tiba di Venus 5 hari kemudian, 9 Desember 1978. Sejumlah pesawat pendarat yang dibawanya diturunkannya di berbagai tempat di permukaan Venus. Melalui pesawat-pesawat ini diperoleh data. Seperti suhu, tekanan udara, kepadatan atmosfir dan jenis zat yang terkandung dalamnya, gaya berat dan banyak lagi. Ternyata suhu di Venus amat panas dan merata di seluruh planet. Manusia tak mungkin bertahan dalam suhu yang mencapai 500ø C itu, apalagi menghirup udara yang terutama terdiri dari zat karbondioksida. Sebagai penyegar, awan yang terdiri dari zat asam belerang terkadang menyiram planet ini dengan huan zat itu. Penemuan sampingan yang cukup berharga bagi ilmu pengetahuan adalah ketika peralatan radar Pioneer Venus orbiter dicoba tidak lama setelah peluncurannya. Radarnya menemukan bekas jaringan saluran irigasi yang amat luas, peninggalan kebudayaan Maya (lihat box) di Amerika Tengah. Pola jaringan ini tersembunyi di bawah hutan lebat, tapi dapat terungkap oleh peralatan radar itu.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
>
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus