Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Seni

2D|3D: Interaction|Intersection, Batas Rapuh Seni 2 dan 3 Dimensi

Pameran seni 2D|3D: Interaction|Intersection menampilkan karya dari tujuh seniman muda yang mengeksplorasi seni dua dan tiga dimensi.

29 Juni 2019 | 14.00 WIB

Seniman dan kurator pameran seni 2D 3D: Interaction Intersection (dari kiri) Ferancis, Rega, Asmudjo, Anastasia, dan Ella di Jakarta pada Jumat, 28 Juni 2019. TEMPO | Aulia Zita Lopulalan
material-symbols:fullscreenPerbesar
Seniman dan kurator pameran seni 2D 3D: Interaction Intersection (dari kiri) Ferancis, Rega, Asmudjo, Anastasia, dan Ella di Jakarta pada Jumat, 28 Juni 2019. TEMPO | Aulia Zita Lopulalan

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta - Ruci Art Space berkolaborasi dengan Bale Project menggagas pameran seni yang tidak biasa. Pameran berjudul 2D|3D: Interaction|Intersection ini mempertanyakan ulang batasan 2 dimensi dan 3 dimensi dalam sebuah karya seni.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Kurator pameran seni 2D|3D: Interaction|Intersection, Asmudjo mengatakan karya 2 dimensi atau 3 dimensi itu memiliki batasan yang rapuh. "Penggunaan istilah dua dimensi dan tiga dimensi acap kali diterima begitu saja tanpa melihat perkembangan seni kontemporer," kata Asmudjo di Jakarta, Jumat 28 Juni 2019.

Menurut dia, hal ini tampak dalam pendidikan seni di Indonesia yang seringkali mendikotomi seni 2 dimensi dan 3 dimensi secara tegas. "Mahasiswa tidak diberi kebebasan untuk mengeksplorasi segala bentuk seni rupa," ucap dia.

Pameran seni 2D|3D: Interaction|Intersection, menampilkan karya dari tujuh seniman muda. Mereka menampilkan karya–karya yang mengkombinasikan konsep seni 2 dimensi dan 3 dimensi. Karya milik Feransis yang berjudul 'On Shadow' misalnya, mencoba bermain dengan material serupa karton yang dipotong membentuk bagian tubuh sebuah karakter.

Dua potongan karakter tadi kemudian disusun bersiku dan memberikan efek 3 dimensi dari dua buah benda 2 dimensi. Ide membuat 'On Shadow' ini diperoleh secara tidak sengaja saat sedang bereksperimen dengan aneka pola.

Kurator seni Asmudjo bersama karya Agung Prabowo yang berjudul Trapped Soul dalam pameran 2D 3D: Interaction Intersection Jumat, 28 Juni 2019. TEMPO | Aulia Zita Lopulalan

"Kayaknya asik kalau coba bermain dengan bayangan," katanya. Dengan begitu, menurut Feransis, seni tiga dimensi tidak harus berbentuk 3 dimensi, melainkan bisa dari benda 2 dimensi yang disusun jadi 3 dimensi.

Selain Feransis, ada enam seniman lain yang menampilkan karya menarik. Bentuk yang ditampilkan mulai dari lukisan, keramik, hingga berbentuk instalasi. Pameran seni 2D|3D: Interaction|Intersection berlangsung selama satu bulan, dari Sabtu, 29 Juni sampai 28 Juli 2019 di Ruci Art Space.

AULIA ZITA LOPULALAN

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus