Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Tahun pertama menjadi orang tua terasa menegangkan. Sering kali orang tua merasa bingung dan stres menghadapi seluruh proses pengasuhan bayi yang baru lahir ini. Jadi, terlepas dari semua upaya dan energi yang diberikan untuk menjadikan pengasuhan sebagai proses yang indah, ada saja yang terlewatkan.
Dilansir dari Times of India, inilah beberapa kesalahan yang sering terjadi pada orang tua di tahun pertama setelah menyambut anak.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
1. Cemas dan stres menyusui
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Bagi orang tua, terutama ibu, tahun pertama setelah melahirkan bisa jadi sulit dan membuat stres. Menyusui mungkin menjadi salah satu perhatian terbesar ibu baru.
Hal pertama yang harus ingat adalah ASI adalah sumber nutrisi anak setidaknya hingga 6 bulan secara eksklusif, dilanjutkan dengan makanan pendamping yang tepat hingga usia 2 tahun atau lebih, menurut American Academy of Pediatrics dan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.
Selain itu, penting untuk menyusui sesuai permintaan anak dan tidak sesuai jadwal. Ini disebut permintaan makan, di mana bayi akan memberi sinyal kapan mereka perlu diberi makan.
Namun, terlalu stres atau cemas tentang menyusui tidak boleh dibiarkan. Carilah bantuan keluarga atau profesional jika merasa stres.
2. Panik karena hal-hal kecil seperti menangis dan bersendawa
Sebagai orang tua baru, wajar jika merasa cemas saat bayi menangis. Mengingat bayi yang baru lahir tidak dapat berkomunikasi, itu membuat orang tua lebih gugup, memikirkan semua hal yang mungkin salah. Entah karena demam, ruam, kelelahan atau kelaparan, bayi akan menangis untuk berkomunikasi. Jadi, orang tua perlu tetap tenang. Waspada, periksa apakah ada perubahan suhu, jika tangisannya terus-menerus, bahkan setelah menyusui, kunjungi dokter. Jangan berasumsi yang terburuk.
3. Tidak menidurkan bayi di tempat aman
Banyak ibu berpikir untuk tidur dengan anak di samping mereka. Para ahli mengatakan sebaliknya. Menurut pedoman dari American Academy of Pediatrics, setiap bayi harus tidur telentang, di boksnya sendiri, tanpa mainan atau alas tidur yang empuk. Tidur yang aman dipercaya dapat melindungi bayi dari sindrom kematian bayi mendadak (juga disebut SIDS) dan bahaya lainnya, seperti tersedak dan mati lemas.
4. Tidak melakukan tummy time
Tummy time adalah aktivitas memposisikan bayi tengkurap agar mereka berusaha mengangkat kepala mereka ke atas. Ini membantu memperkuat otot leher dan bahu mereka. Tummy time untuk bayi dianjurkan dimulai segera setelah lahir. Itu bisa dimulai dengan 1 hingga 2 menit beberapa kali sehari. Lama kelamaan bisa ditingkatkan menjadi 10-15 menit.
Kegiatan ini sangat penting untuk pertumbuhan dan keterampilan motorik anak. Ini juga mencegah bagian belakang kepala bayi peyang.
5. Belanja barang yang tidak dibutuhkan
Orang tua yang baru pertama kali sering membuat kesalahan dengan membeli banyak perlengkapan bayi yang tidak dibutuhkan oleh bayi mereka yang baru lahir. Buatlah daftar barang-barang yang benar-benar dibutuhkan dan jangan membeli hanya karena lucu. Rencanakan lebih baik dan beli barang-barang yang akan digunakan.
6. Membawa bayi ke tempat ramai
Salah satu kesalahan terbesar yang biasanya dilakukan orang tua baru adalah membawa bayi mereka ke mana-mana, juga ke tempat ramai. Orang tua memang dituntut untuk tetap dekat dengan bayi, tapi itu tidak berarti mempertaruhkan kesehatan mereka dengan membawa mereka ke tempat-tempat ramai. Sistem kekebalan tubuh bayi masih sangat rentan dan lemah. Itu masih berkembang, itulah sebabnya jauhkan mereka dari pertemuan besar, bahkan jika itu di rumah sendiri.
7. Mengabaikan perawatan diri dengan pasangan
Setelah melahirkan, selain merawat bayi, ibu juga harus merawat diri sendiri dan pasangan. Banyak orang tua mengabaikan perawatan diri dan pasangan mereka dalam proses menjalani tugas orang tua. Ingat, jika tidak baik-baik saja, jika hubungan rusak, tidak mungkin bisa memberikan cinta sepenuhnya kepada anak. Jadi, pastikan memperkuat ikatan dengan pasangan.
Baca juga: 5 Cara Menjawab Pertanyaan Anak tentang Dari Mana Bayi Berasal