Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Setiap kali ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan, pasti yang pertama dicek selain kondisi ibu adalah detak jantung janin. Melalui detak jantung janin, dokter atau bidan akan mengetahui kesehatan janin.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Suara detak jantung menandakan janin tumbuh dengan baik. Ada cara sederhana untuk mendengarkan detak jantung di rumah.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Alat yang umum digunakan untuk mendengar detak jantung janin dengan mudah dan biaya yang tidak terlalu mahal adalah stetoskop atau fetoskop. Usia kehamilan 18-20 minggu umumnya suara detak jantung janin sudah cukup kuat dapat terdengar.
Cara mendengarkan detak jantung janin dengan menggunakan stetoskop adalah dengan meletakkan stetoskop di perut dan dengarkan. Dibutuhkan kesabaran dalam mendengarkan detak jantung janin. Peralatan ini cukup aman, tidak berbahaya dan tidak mempunyai efek samping untuk ibu maupun janin yang dikandungnya.
Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi seberapa baik bunda bisa mendengar detak jantung bayi, dari waktu ke waktu selalu berbeda. Seperti dilansir dari laman Verywell, faktor yang dapat mempengaruhi kualitas suara detak jantung janin di antaranya posisi bayi, jumlah cairan ketuban, lokasi plasenta, dan berat badan ibu.