Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Depok - Hari pertama siswa-siswi SDN Pondokcina 1 melaksanakan penilaian akhir sekolah (PAS), rombongan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok mendatangi sekolah tersebut.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Belum jelas kedatangan satu peleton Satpol PP Kota Depok itu. Namun, kedatangannya didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Wijayanto.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Wijayanto mengungkapkan kedatangannya ke SDN Pondokcina 1 untuk melihat kondisi para siswa siswi yang sedang melaksanakan PAS. “Karena ujian, kami akomodir jangan sampai kepentingan anak terbengkalai,” kata Wijayanto di SDN Pondokcina 1, Senin 5 Desember 2022.
Wijayanto menjelaskan, kedatangannya ke SDN Pondokcina 1 pun untuk memastikan kalau sekolah tersebut akan dikosongkan setelah pelaksanaan PAS berakhir, yakni pada 9 Desember 2022. “Sampai nanti tanggal 9, sampai selesai. Lihat pernyataan pak Sekda sebelumnya,” kata Wijayanto.
Siswa-siswi SDN Pondokcina 1 melaksanakan penilaian akhir semester (PAS) hari ini tanggal 5 hingga tanggal 9 Desember 2022.
Tidak seperti empat pekan sebelumnya, pada pelaksanaan PAS ini, guru-guru SDN Pondokcina 1 datang untuk mendampingi para siswa.
Pantauan Tempo, Senin pagi, 5 Desember 2022, dari kurang lebih 15 guru SDN Pondokcina 1, hanya ada sekitar enam guru yang hadir untuk mendampingi siswa melaksanakan PAS. Para siswa pun terlihat gembira saat satu persatu guru datang memasuki lingkungan sekolah.
"Ibu, kangen," teriak anak-anak mengerubungi guru sambil menyalami satu persatu dan memeluknya.
Sementara suasana di lingkungan sekolah, masih terpampang spanduk-spanduk kekecewaan orang tua atas sikap Pemerintah Kota Depok yang memaksa menggusur SDN Pondokcina 1 dan menggantikannya dengan masjid.
Pemerintah Kota Depok memberikan kesempatan SDN Pondokcina 1 masih boleh beroperasi sampai tanggal 9 Desember 2022. Siswa-siswi diperbolehkan melaksanakan PAS di sekolah.
"Kami membatasi proses belajar mengajar maksimal sampai tanggal 9, setelah itu pada tanggal 12 Desember mereka sudah harus pindah ke SDN Pondok Cina 3 dan 5, yang berkenan untuk pindah," kata Sekretaris Daerah Kota Depok, Supian Suri, Kamis 1 Desember 2022.
Supian mengatakan, kalau orang tua murid tidak bersedia menempati SDN Pondokcina 3 dan 5 sesuai rencana relokasi dari Dinas Pendidikan Kota Depok, pemerintah memberikan kesempatan orang tua memilih sekolah yang diinginkan dan akan difasilitasi.
"Kami akan memfasilitasi pindah ke sekolah lain yg ada di wilayah Pondok Cina, Kemiri, atau di Depok. Kami akan fasilitasi sehingga nanti di semester II, mereka akan ada di sekolah yang mereka inginkan. Tapi kalau yang ikut di (SDN Pondokcina) 3 dan 5 ya sudah berarti ikut keputusan," katanya.
ADE RIDWAN YANDWIPUTRA