Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Astronot pertama Turki dan tiga anggota awak lainnya yang mewakili Eropa diluncurkan dari Florida pada hari Kamis waktu Amerika Serikat atau Jumat, 19 Januari 2024 WIB, dalam perjalanan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Mengutip Reutes, mereka menjalani misi terbaru yang diatur secara komersial dari startup Texas, Axiom Space.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kapsul SpaceX Crew Dragon yang membawa kuartet Axiom lepas landas di atas roket Falcon 9 sekitar satu jam sebelum matahari terbenam dari Kennedy Space Center NASA di Cape Canaveral. Pesawat memulai penerbangan yang direncanakan selama 36 jam ke laboratorium yang mengorbit.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Peluncuran tersebut ditayangkan langsung di webcast gabungan Axiom-SpaceX. Perusahaan SpaceX dimiliki oleh pemilik platform media sosial X, Elon Musk.
Crew Dragon yang dioperasikan secara otonom diperkirakan akan mencapai Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Sabtu pagi waktu Amerika Serikat atau Minggu, 21 Januari 2024 WIB. Mereka berlabuh di pos terdepan yang mengorbit sekitar 250 mil (400 km) di atas Bumi dan saat ini ditempati oleh tujuh anggota awak tetap.
Video langsung menunjukkan kendaraan peluncuran dua tahap setinggi 25 lantai itu melesat ke langit yang sebagian berawan di atas pantai Atlantik Florida di atas asap knalpot yang menyala-nyala dan berwarna kekuningan.
Kamera di dalam kompartemen awak menyorotkan rekaman keempat pria yang diikat ke dalam kabin bertekanan, duduk dengan tenang dalam pakaian penerbangan berwarna putih dan hitam saat roket meluncur menuju luar angkasa.
Sembilan menit setelah peluncuran, tahap atas Falcon 9 mengantarkan kapsul awak ke orbit awal.
Menanggapi ucapan selamat dari kendali misi, komandan penerbangan Michael López-Alegría membalas melalui radio dari Crew Dragon, "Seperti yang saya katakan, ini adalah olahraga tim. Terima kasih, teman-teman."
Beberapa menit sebelumnya, bagian bawah roket yang dapat digunakan kembali, setelah terlepas dari pesawat ruang angkasa lainnya. lalu, pesawat terbang kembali ke Bumi dan dengan aman mendarat di zona pendaratan dekat lokasi peluncuran, menimbulkan sorak-sorai yang terdengar dari ruang kendali.
Misi tersebut adalah penerbangan ketiga yang diselenggarakan oleh Axiom yang berbasis di Houston selama dua tahun terakhir ketika perusahaan membangun bisnisnya dengan menempatkan astronot yang disponsori oleh pemerintah asing dan perusahaan swasta ke orbit Bumi.
Perusahaan membebankan biaya kepada pelanggannya setidaknya $55 juta untuk setiap kursi astronot.
Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.