Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Kepopuleran transaksi online di e-commerce mendorong perkembangan layanan kurir on-demand. Go-Send, salah satu layanan yang ditawarkan oleh Gojek Indonesia, digunakan oleh 12 ribu penjual online setiap bulan untuk mengantarkan paket kepada pembeli.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Layanan pengiriman dalam aplikasi Gojek sudah tersedia selama 3 tahun. Namun, layanan Go-Send yang terintegrasi dengan platform e-commerce baru beroperasi sekitar 1,5 tahun.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Pingkan Irwin, Marketing VP Gojek Indonesia, mengatakan jumlah pengiriman lewat Go-Send trennya terus meningkat setiap bulan. Sudah ada sekitar 200 ribu penjual yang pernah memakai layanan Go-Send lewat platform e-commerce yang dominan berada di wilayah Jakarta.
“Sejauh ini responsnya sangat positif. Berpartner dengan e-commerce ini supaya kami bisa membantu para merchant juga,” katanya, Rabu, 6 Desember 2017.
Melalui layanan Go-Send, Gojek menawarkan pengiriman cepat pada hari yang sama, asuransi, dan layanan pelanggan. Semua fitur tersebut didesain untuk membantu penjual meningkatkan layanan serta mendapatkan pembayaran lebih cepat.
Saat ini, Gojek tersedia di 50 kota dengan 600 ribu mitra pengemudi yang dapat menerima layanan Go-Send. Untuk layanan Same Day di Go-Send, ada pengemudi khusus pengiriman.
Dalam satu bulan terakhir, Gojek juga telah membuka rekrutmen untuk pengemudi khusus Go-Send. Pengemudi ini fokus mengantarkan paket khusus untuk e-commerce dengan jumlah pengiriman per hari maksimal 8 paket. “Mudah-mudahan dengan sistem yang ada, harusnya layanan sudah mencukupi dan melayani pelanggan dengan baik,” katanya.
Pingkan mengatakan ke depan Gojek akan terus melakukan ekspansi untuk layanan kurir instan di kota-kota lainnya di Indonesia. Sama dengan layanan Gojek lainnya, pengemudi bebas mengambil order dengan tarif yang sudah ditentukan.
Menjelang Harbolnas 2017, Gojek menyiapkan beberapa hal untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, seperti melakukan pemberitahuan pada pengemudi terlebih dahulu dan terus memonitor permintaan dari mitra e-commerce. Dia mengungkapkan Gojek baru kali ini terlibat dalam Harbolnas sebagai mitra pengiriman.
“Harapannya agar semua UMKM di partner e-commerce yang sudah terintegrasi bisa mengaktifkan layanan Go-Send supaya bisa merasakan kemudahan,” kata Pingkan.