Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Kemendag Dorong Produk Pertanian Indonesia Masuk Pasar Australia, Manggis Paling Diminati

Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Atase Perdagangan RI di Canberra berupaya mendorong para pelaku usaha produk pertanian Indonesia memasuki pasar Australia.

21 April 2024 | 11.47 WIB

Seorang pembeli memilih buah Manggis yang dijajakan masyarakat di jalan nasional menuju Banda Aceh, di kawasan Meureudu, Kec. Simpang Tiga, Kab. Pidie, Aceh. Selasa (10/7). ANTARA/Rahmad
Perbesar
Seorang pembeli memilih buah Manggis yang dijajakan masyarakat di jalan nasional menuju Banda Aceh, di kawasan Meureudu, Kec. Simpang Tiga, Kab. Pidie, Aceh. Selasa (10/7). ANTARA/Rahmad

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag), melalui Atase Perdagangan RI di Canberra, berupaya mendorong para pelaku usaha produk pertanian Indonesia memasuki pasar Australia. Atase Perdagangan RI di Canberra Agung Haris Setiawan mengatakan Hal ini sebagai bagian dari implementasi hubungan ekonomi Indonesia dan Australia sejak berlakunya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) pada 2020 lalu.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Dalam upaya tersebut, Kementerian Perdagangan menggandeng perusahaan Indonesia asal Jawa Timur PT Energi Sterila Higiena," ujar Agung dalam keterangan tertulis pada Jumat, 19 April 2024.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Kerja sama itu dilakukan untuk mengajukan permohonan persetujuan menjadi penyedia jasa iradiasi produk pertanian kepada pemerintah Australia. Atase Perdagangan RI sebagai perwakilan perdagangan di Australia, kata dia, siap membantu produk pertanian Indonesia memasuki pasar internasional, khususnya pasar Australia. 

Menurut Agung, produk pertanian unggulan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Ia mengatakan minat terhadap produk pertanian Indonesia, termasuk manggis, cukup tinggi di pasar internasional. Nilai ekspor manggis Indonesia mencapai sekitar US$ 75 juta pada 2022. 

Namun, ia menekankan aturan biosekuriti yang ketat masih menjadi hambatan utama bagi Indonesia untuk memasuki pasar Australia. Dia berharap inisiatif baru ini akan membuka peluang bagi petani dan eksportir manggis asal Indonesia untuk memasuki pasar baru yang lebih luas dan potensial di negara ketiga.

“Bersama dengan PT Energi Sterila Higiena, Katalis, dan Pemerintah Australia, kami berkomitmen untuk mewujudkan kesuksesan dalam memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Australia,” ucap Agung. 

Direktur Program Kerja Sama Ekonomi IA-CEPA Katalis, Paul Bartlett menyatakan siap menyediakan dan memfasilitasi setiap kebutuhan yang diperlukan. “Langkah ini merupakan komitmen kami memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar Australia,” ujarnya.

Konsul Jenderal Australia di Surabaya Fiona Hoggart pun menyatakan inisiatif ini memberikan peluang baru bagi para petani dan produsen Indonesia. Khususnya untuk memasuki pasar Australia dan pasar internasional lainnya. 

Riani Sanusi Putri

Lulusan Antropologi Sosial Universitas Indonesia. Menekuni isu-isu pangan, industri, lingkungan, dan energi di desk ekonomi bisnis Tempo. Menjadi fellow Pulitzer Center Reinforest Journalism Fund Southeast Asia sejak 2023.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus