Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menjanjikan akan tercipta 100 ribu lapangan kerja di industri tekstil dan alas kaki. Peluang ini muncul setelah sebuah perusahaan apparel global tertarik meningkatkan pesanan hingga tiga kali lipat dalam tiga tahun mendatang.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Luhut tak menyebutkan nama perusahaan apparel yang akan memborong produk dari Indonesia itu. Tapi ia mengatakan, tawaran ini muncul ketika ia bersama Asosiasi Persepatuan Indonesia bertemu perwakilan global, seperti Adidas dan Nike, pekan lalu.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Mereka optimistis dengan Indonesia, terutama di tengah perang dagang AS-Tiongkok dan kejenuhan industri Vietnam," ujar Luhut melalui akun Instagram resmi, Rabu, 26 Februari 2025.
Tapi menurut Luhut, pesanan itu masih menemui sejumlah kendala: pembebasan lahan, perizinan, upah, serta impor ilegal akibat kelebihan kapasitas produksi di Cina. Ia mengaku telah melaporkan hal ini kepada Presiden Prabowo Subianto dan berkoordinasi dengan kementerian terkait. Prabowo, ujar dia, menginstruksikan langkah konkret untuk menyelesaikan hambatan tersebut.
Eks Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ini mengklaim, Indonesia diam-diam menjadi tujuan relokasi industri tekstil dan alas kaki dalam setahun terakhir. Sempat dianggap sunset industry akibat maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK), sektor ini menyerap hampir 4 juta tenaga kerja, dengan 2,9 juta di antaranya di sektor pakaian jadi.
Pasalnya, pelatihan keterampilan di sektor ini cepat, membuka peluang bagi lulusan sekolah menengah, serta mendorong pertumbuhan UMKM.
Investasi di sektor ini, menurut Luhut, juga naik cukup signifikan. Pada 2024, eks Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ini mengungkap foreign direct investment (FDI) mencapai US$ 903 juta, naik 107 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 7 triliun.
Luhut mengklaim, daya serap tenaga kerja industri tekstil dan alas kaki juga luar biasa. Kajian DEN menunjukkan, setiap investasi US$ 20-30 juta di pabrik pakaian jadi dapat menciptakan 6 ribu hingga 9 ribu lapangan kerja. Sejauh ini, ia mengatakan industri ini telah menyerap 3,98 juta lapangan kerja.
"Saya berharap ada sinergi kuat antara pemerintah, industri, dan akademisi agar kita dapat menciptakan ekosistem industri yang berdaya saing tinggi. Dengan begitu, Indonesia bukan sekadar tempat produksi, tetapi juga pusat pertumbuhan industri masa depan," ujar pejabat yang juga pernah menjabat Kepala Staf Kepresidenan ini.