Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Pemda Indramayu Incar Embarkasi Haji Bandara Kertajati

Pemerintah Indramayu optimis daerahnya akan dipilih Kementerian Agama untuk lokasi pendirian embarkasi haji Bandara Kertajati.

8 Februari 2019 | 05.16 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Suasana bangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, 24 Mei 2018. BIJB merupakan bandara kedua terbesar di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng yang memiliki luas lahan mencapai 1.800 hektar. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Bandung - Bupati Indramayu Supendi mengatakan, pemerintah Indramayu sudah menyerahkan aset tanah kepada Kementerian Agama untuk menjadi lokasi pendirian embarkasi haji Bandara Kertajati Majalengka.

Baca: Bandara Kertajati Disiapkan Layani Penerbangan Haji

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Proses hibah tanah dari pemda Indramayu ke Kementerian Agama sudah diselesaikan,” kata dia disela pelantikan dirinya menjadi bupati Indramayu oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate, Bandung, 7 Februari 2019.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Supendi mengatakan, lahan yang hibah itu sudah melewati persetujuan DPRD untuk pelepasan aset. “Proses hibah itu sudah melalui proses persetujuan DRPD. Sudah semua, sudah kami serahkan semua,” kata dia.

Supendi mengatakan, aset lahan yang diserahkan saat ini luasnya hampir 8 hektare. “Luasnya sementara ini kurang lebih 7,5 hektare, hampir 8 hektare. Manakala kurang, kami masih bisa tambah lagi,” kata dia.

Menurut Supendi, pemerintah Indramayu optimis daerahnya akan dipilih Kementerian Agama untuk lokasi pendirian embarkasi haji Bandara Kertajati. “Tinggal ada MoU kerja sama seperti apa,” kata dia. “Yang jelas dari Kementerian Agama maupun dari Kanwil Kementerian Agama, sudah mempercayakan pada Indramayu.”

Baca: Bupati Minta Asrama Haji Dibangun Dekat Bandara Kertajati

Supendi mengatakan, Indramayu menginginkan pendirian embarkasi haji Bandara Kertajati di wilayahnya agar tidak tertinggal dari daerah tetangganya. Subang misalnya bakal memiliki pelabuhan internasional, lalu Majalengka sudah memiliki bandara.

“Jangan sampai, yang lain punya bandara, yang lain punya pelabuhan, kami tertinggal. Dan kami akan menjawab tantangan daerah-daerah yang memang sudah ketempatan program-program di tingkat nasional,” kata Supendi.

Supendi mengatakan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menitip pesan kepadanya untuk berfokus pada perbaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meliputi sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli, serta perbaikan infrastruktur dan pengembangan pariwisata. Dia dilantik menjadi bupati menggantikan Anna Sophana yang mengundurkan diri untuk masa jabatan bupati Indramayu 2016-2021.

Baca juga: Perpanjangan Landasan Pacu Bandara Kertajati Siap April 2019

Supendi menjanjikan perbaikan pelayanan publik, pembenahan infrastruktur, irigasi, serta pengembangan sektor wisata. “Periode kedua, saya dengan Bu Ana, saya melanjutkan sebagai bupatinya, mudah-mudahan, insya Allah kami akan berusaha memenuhi apa yang merupakan harapan masyarakat,” kata dia.

Indramayu, misalnya, tahun ini menerima bantuan anggaran penataan Alun-alun Jatibarang dari pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk pengembangan sektor wisata daerah tersebut. “Pak Gubernur sudah membaut taman di kami, dan kami akan menjawab tantangan, terutama pariwisata. Kami punya destinasi wisata yang memang memungkinkan dikembangkan. Pertama pantai Karangsong, Tirtamaya, dan Blentong di baratnya. Juga Bojong sari kami kembangkan,” kata Supendi.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, anggaran bantuan keuangan pemerintah provinsi tahun ini untuk kabupaten/kota di Jawa Barat diberikan pada Indramayu. Dia tidak merincinya. “Ini menunjukkan kami peduli dan memprioritaskan pembangunan di Indramayu secara maksimal,” kata dia selepas pelantikan, Kamis, 7 Februari 2019.

Suasana sudut ruang check in pesawat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, 24 Mei 2018. BIJB merupakan bandara kedua terbesar di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng yang memiliki luas lahan mencapai 1.800 hektar. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Ridwan Kamil mengatakan, salah satu bantuan terebut berupa anggaran penataan Alun-alun Jatibarang di dekat Stasiun Kereta Jatibarang di Indramayu. Desain penataan alun-alun tersebut sempat diunggah di akun media sosial pribadinya. “Sudah dianggarakan Rp 30 miliar,” kata dia.

Ridwan Kamil mengatakan, fokus bantuan keuangan yang diberikan untuk pengembangan SDM, pengembangan sisi ekonomi, serta pengembangan sektor wisatanya yang belum maksimal. Dia meminta Indramayu agar serius mengelola anggaran bantuan keuangan pemerintah provinsi.

Baca: Menhub: Dua Jalur Kereta Api Akan Terhubung Bandara Kertajati

“Bantuan keuangan pemprov harus mewujud pada kemajuan yang signifikan. Kalau ternyata tidak signifikan, masak saya kasih tinggi lagi, jadi Pak Pendi harus buktikan. Masak saya ngasih banyak tapi kerjanya minim, kan gak fair,” kata dia.

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus