Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
TEMPO.CO, Medan - Dua seksi dari enam seksi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Kualatanjung-Tebingtinggi-Parapat (Kutepat) sedang disiapkan untuk beroperasi di tahun ini.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Kedua seksi yang disiapkan PT Hutama Marga Waskita (Hamawas), anak perusahaan PT Hutama Karya (Persero), dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) ini adalah Seksi 1 yaitu Tebingtinggi-Inderapura dan sebagian Seksi 2 yakni Inderapura-Kualatanjung.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Pembangunan ruas tol ini bakal mempermudah akses dari Kota Medan ke Kawasan Pariwisata Strategis Nasional (KSPN) Danau Toba.
Pengerjaan lain dari JTTS Ruas Kutepat adalah Seksi Junction, yang akan dibangun jalur persimpangan dari Tebingtinggi ke arah Kualatanjung dan Pematangsiantar dan sebaliknya. Jalur ini akan tersambung langsung dengan empat ruas jalan tol yang sudah beroperasi, salah satunya Tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi (JMKT).
Gerbang Tol Seksi 4 Serbelawan-Pematangsiantar di Sinaksak, tidak jauh dari gapura batas masuk Kota Pematangsiantar bakal memangkas waktu tempuh ke Danau Toba yang awalnya 3,5 jam menjadi 90 menit.
Jalan dibangun bukan semata-mata untuk kepentingan ke Danau Toba saja, juga sebagai penggerak ekonomi di kawasan sekitar danau. Terintegrasinya JTTS memudahkan akses mobilitas masyarakat dan mempercepat pemerataan pasokan logistik ke penjuru Sumatera Utara.
Selanjutnya: Direktur Utama Hamawas Dindin Solakhuddin....
Direktur Utama Hamawas Dindin Solakhuddin mengatakan, selain manfaat akses bagi mobilitas masyarakat, keberadaan tol untuk meningkatkan investasi dan pertumbuhan perekonomian bagi kabupaten penyangga.
“Sebentar lagi, dari Medan ke Danau Toba hanya 1,5 jam melalui tol ini. Kami memaksimalkan kinerja sehingga Ruas Tebingtinggi sampai Pematangsiantar segera beroperasi," kata Dindin dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 25 Juli 2023.
Akhir tahun nanti, akan beroperasi salah satu JTTS Gate to Gate dari Gate Toll Tebingtinggi ke Gate Toll Inderapura. Progres konstruksi pada Seksi 1 sudah 100 persen rampung dan sedang menunggu Uji Laik Fungsi (ULF). Seksi 2 sudah mencapai 91,04 persen. Kedua gerbang tol didesain unik, mengadopsi kekayaan arsitektur lokal.
Gerbang Tol Tebingtinggi menyerap budaya Melayu, yaitu Pucuk Rebung yang melambangkan keberuntungan dan harapan. Gerbang Tol Indrapura mengambil motif Songket Batubara karena gerbang terletak di Kabupaten Batubara.
Progres Seksi 3, yaitu Tebingtinggi–Serbelawan, sudah mencapai 83,21 persen, Seksi 4 sudah menuju 66,33 persen, sedangkan Seksi Junction 88,52 persen. Hamawas memaksimalkan pekerjaan Seksi 3 dan 4 agar Sumut segera terhubung ke tanah Toba.
Pilihan Editor: Luhut Klaim Hilirisasi Nikel Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kurangi Angka Kemiskinan, Begini Rinciannya