Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Tekan Emisi Karbon, Wijaya Karya Beton Pasang PLTS Atap di Dua Pabrik

PT Wijaya Karya Beton Tbk. atau WIKA Beton (WTON) memulai proses pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di dua pabrik.

5 Oktober 2023 | 16.51 WIB

Logo Wijaya Karya Beton. produk.wika-beton.co.id
Perbesar
Logo Wijaya Karya Beton. produk.wika-beton.co.id

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - PT Wijaya Karya Beton Tbk. atau WIKA Beton (WTON) memulai proses pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap pada dua pabrik yang beroperasi menggunakan energi listrik dari PLTS, yaitu di Bogor dan Majalengka, Jawa Barat, sebagai upaya mengurangi emisi karbon nasional.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Perseroan menggandeng PT Agra Surya Energy sebagai penyedia layanan untuk mengeksekusi rencana penggunaan energi terbarukan dari matahari pada proses produksi beton pracetak.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Corporate Secretary WIKA Beton, Dedi Indra mengatakan solar panel akan dipasang pada atap jalur produksi utama dan digunakan untuk kegiatan utama pabrik dengan total daya listrik yang dihasilkan mencapai 682 kilo watt (kWP).

Dari segi lingkungan, ia menyebut pengoperasian PLTS pada dua pabrik tersebut mampu mengurangi emisi karbondioksida (CO2) hingga 532.812 kilogram (kg) per tahun.

"Selain itu, konsumsi energi listrik dari PLN pun dapat dihemat hingga 15 persen," ujar Dedi, sebagaimana keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis, 5 Oktober 2023.

Ke depan, Dedi melanjutkan, perseroan akan secara bertahap menambah jumlah pabrik yang menggunakan PLTS, yang merupakan bagian dari program dekarbonisasi sebagai penyelarasan program industri hijau dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Selanjutnya: Adapun, langkah perseroan di antaranya....

Adapun, langkah perseroan di antaranya pengurangan emisi CO2 dari sumber energi dan mengganti sistem yang bergantung pada bahan bakar fosil dengan sumber daya rendah karbon seperti energi terbarukan, termasuk PLTS.

"Perseroan telah melaksanakan berbagai program seperti menggunakan solar cell untuk tenaga listrik lampu di seluruh jalan area pabrik dan area stockyard sejak tahun 2022," ujar Dedi.

Dedi mengatakan, perseroan konsisten memanfaatkan olahan air limbah produksi, serta menggunakan limbah fly ash sebagai campuran beton untuk mengurangi pemakaian semen.

"Perseroan selalu menerapkan prinsip keberlanjutan dalam setiap lini operasi bisnis," ujar Dedi.

Sebagai informasi, WIKA Beton membukukan laba bersih senilai Rp13,59 miliar pada semester I 2023 atau turun 77 persen year on year (yoy) dibandingkan sebelumnya senilai Rp 60,72 miliar pada periode sama tahun 2022.

Penurunan laba tersebut menyusul turunnya pendapatan usaha sebesar 2,16 persen (yoy) menjadi Rp 1,81 triliun dibandingkan sebelumnya senilai Rp 1,85 triliun pada periode sama tahun 2022.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus