Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi mata merah biasanya tersebab iritasi. Merujuk Cleveland Clinic, kemerahan muncul ketika pembuluh darah kecil di bawah permukaan mata meradang. Kondisi ini bisa mempengaruhi satu atau kedua mata. Mata merah bisa saja kondisi ringan, tapi juga menandakan gangguan kesehatan yang serius.
Risiko mata merah
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
1. Pandangan kabur
Penglihatan kabur gejala dari banyak gangguan neurologis. Jika mengalami penglihatan kabur dengan mata merah, kombinasi itu bisa saja masalah kesehatan yang serius. Misalnya, infeksi kategori berat.
2. Konjungtivitis
Mengutip Healthline, konjungtivitis merupakan infeksi virus yang berakibat mata merah. Sakit mata parah harus segera ditangani, karena kerusakan mata bisa terjadi dalam waktu singkat. Misalnya, ulkus kornea tersebab bakteri Pseudomonas bisa berkembang menjadi infeksi mata serius dalam waktu 48 jam jika tak segera diobati.
3. Kepekaan ekstrem
Mengutip Verywell Health, kepekaan ekstrem terhadap cahaya biasa terjadi saat migrain atau cedera kepala. Seiring mata merah, itu juga bisa menjadi gejala iritasi atau peradangan. Sensitivitas cahaya gejala umum yang terjadi ketika kornea atau lapisan bening di depan mata mengalami iritasi. Misalnya, abrasi kornea atau ulkus kornea. Bisa juga tersebab iritis peradangan mata otot siliaris di belakang iris meradang dan mulai kejang, menyebabkan sensitif terhadap cahaya.
4. Halo (fenomena optis)
Mengutip Cleveland Clinic, halo berwarna gejala katarak, edema kornea, dan glaukoma sudut tertutup akut. Kondisi ini juga menyebabkan mata merah, tapi tak selalu begitu. Ketika mengalami pembengkakan di mata, kornea menjadi lebih tebal. Ketika itu terjadi cahaya menyebar seperti melihat lingkaran.
Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.