Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Sugar crash penyebutan untuk kondisi turunnya glukosa darah. Penurunan di bawah normal berakibat tingkat energi merosot secara tiba-tiba, dilansir Verywell Health. Kondisi itu membuat orang yang mengalaminya merasa gemetar, lemas, mual. Tubuh merespons asupan gula dengan memproduksi dan melepaskan insulin ke dalam aliran darah.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Insulin hormon yang menarik glukosa ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi dan membantu menjaga kadar gula darah yang normal. Ketika terlalu banyak insulin, gula darah bisa turun ke angka di bawah normal.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca: Cek Kesehatan Rutin: Ketahui Batasan Normal Gula Darah, Asam Urat dan Kolesterol
Apa itu sugar crash?
Sugar crash juga disebut hipoglikemia, biasanya ditandai dengan kadar glukosa darah di bawah 70 miligram perdesiliter. Memiliki kadar gula darah yang bervariasi sepanjang hari kondisi yang normal. Tapi gula darah rendah bisa menyebabkan komplikasi.
Mengutip Healthline, kebanyakan orang dengan hipoglikemia reaktif tidak memiliki penyebab mendasar. Namun ada beberapa faktor risiko terjadinya hipoglikemia reaktif, yaitu:
1. Pradiabetes
Tahap pertama sebelum perkembangan penuh diabetes. Selama pradiabetes, tubuh tidak menghasilkan jumlah insulin yang tepat. Hal itu mempengaruhi penurunan gula yang menyebabkan sugar crash.
2. Operasi perut
Kondisi ini bisa membuat makanan sulit dicerna. Makanan yang dimakan melewati usus kecil lebih cepat yang menyebabkan penurunan gula.
3. Kekurangan enzim
Meski jarang, kekurangan enzim lambung bisa mencegah tubuh memecah makanan yang dimakan. Hal ini juga menyebabkan munculnya sugar crash.
4. Tidak menurunkan asupan gula
Jika seseorang dengan diabetes tidak makan cukup atau menurunkan asupan glukosa secara signifikan, kadarnya akan turun dan menyebabkan sugar crash.
5. Kurang asupan karbohidrat
Tidak cukup karbohidrat atau makan makanan dengan karbohidrat lebih sedikit dari biasanya tanpa mengurangi jumlah insulin yang dikonsumsi pun dapat menyebabkan hipoglikemia.
Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “http://tempo.co/”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.