Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Layanan perjalanan online Traveloka menyediakan pemesanan tiket kereta Jepang atau Japan Train. Layanan baru ini bisa digunakan mulai hari ini, Kamis 11 Juli 2019.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Kami berharap para pelanggan bisa menjelajahi Jepang dengan mudah melalui Traveloka," ujar CEO Transport Traveloka, Caesar Indra seusai penandatanganan nota kesepahaman dengan West Japan Railway Company atau JR-West di Jakarta.
Japan Train JR-West mencapai jarak total 4.900 kilometer dan mencakup 18 prefektur, seperti area Kansai. Dengan jauhnya daya jelajah kereta JR-West, Indra menargetkan sebanyak 15 persen turis Indonesia yang datang ke Jepag akan membeli tiket kereta melalui Traveloka.
Vice President of Rail and International Connectivity Traveloka, Abraham Soedjito mengatakan tiket Japan Trains dalam layanan mereka akan memudahkan pengguna untuk memilih jenis tiket terusan yang tepat sesuai tujuannya.
Japan Train JR-West menyediakan beragam tiket terusan dengan jangkauan tempat yang bervariasi. Misalnya Kansai Area Pass yang meliputi Osaka, Kyoto hingga Wakayama. Ada pula Hokuriku Area Pass yang mencakup Toyama, Ishikawa dan Fukui, hingga Hiroshima - Yamaguchi Area Pass.
Abraham mengatakan Traveloka akan mengembalikan biaya secara penuh jika pembeli mengembalikan tiket (refund). Syaratnya, pembeli harus mengirimkan bukti penerimaan elektronik ke Traveloka.
Pembeli bisa mendapatkan tiket yang sudah dibayar melalui surat elektronik, diambil sendiri, atau dikirim langsung ke alamat yang dituju. Dalam waktu dekat, tiket Japan Train JR-West juga bisa dipesan dan diambil langsung di stan Traveloka di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Mengenai harga, Abraham mengatakan akan menerapkan kurs rupiah dengan harga dari JR-West yang disesuaikan dengan mata uang Jepang.
General Manager, Inbound Tourism Divisi Marketing Department JR-West, Kenji Uno mengatakan jumlah turis Indonesia yang memakai layanan tiket terusan kereta JR-West masih di bawah 10 ribu orang dari total 400 ribu wisatawan. "Kami harap kerjasama ini bisa menarik lebih banyak wisatawan untuk menggunakan layanan JR-West," ujar Kenji.