Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Perjalanan

Festival Pesona Bau Nyale di Lombok, Ayo Tangkap Cacing Laut

Festival Bau Nyale berangkat dari kisah masyarakat Lombok tentang Legenda Putri Mandalika.

24 Januari 2019 | 11.46 WIB

Ribuan warga bersiap mengikuti perayaan Bau Nyale, di Pantai Seger, Minggu (3/3). Festival Bau Nyale yang menjadi festival rutin masyarakat Pulau Lombok diadakan tepat di 16 titik pantai Selatan Lombok Tengah yang memanjang sejauh puluhan kilometer dari arah Timur hingga barat seperti di Pantai Kaliantan, Pantai Kuta atau Pantai Selong Belanak. Pantai Seger di Desa Kuta, Kecamatan Pujut Lombok Tengah biasanya menjadi lokasi festival tahunan ini. TEMPO/Subekti
Perbesar
Ribuan warga bersiap mengikuti perayaan Bau Nyale, di Pantai Seger, Minggu (3/3). Festival Bau Nyale yang menjadi festival rutin masyarakat Pulau Lombok diadakan tepat di 16 titik pantai Selatan Lombok Tengah yang memanjang sejauh puluhan kilometer dari arah Timur hingga barat seperti di Pantai Kaliantan, Pantai Kuta atau Pantai Selong Belanak. Pantai Seger di Desa Kuta, Kecamatan Pujut Lombok Tengah biasanya menjadi lokasi festival tahunan ini. TEMPO/Subekti

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Mataram - Tradisi menangkap cacing laut atau Bau Nyale selepas subuh di kawasan wisata Mandalika Lombok Tengah akan berlangsung pada 17 sampai 25 Februari 2019. Jika tertarik untuk menyaksikan Festival Pesona Bau Nyale ini, masih ada waktu untuk menjadwalkan hadir di sana.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Sesuai kebiasaan penduduk lokal, puluhan ribu orang akan tumpah ruah ke pantai setelah semalaman mengikuti berbagai atraksi. Hiburan pada malam hari antara lain drama kolosal Putri Mandalika yang dilegendakan menjadi Nyale setelah menceburkan diri ke laut untuk menghindari pertikaian para putra bangsawan yang ingin meminangnya.

Festival Bau Nyale berangkat dari kisah masyarakat Lombok tentang Legenda Putri Mandalika. Bau Nyale berasal dari bahasa Sasak "Bau" yang berarti menangkap dan "Nyale" atau cacing laut yang berwarna-warni.

Bukan sekadar menangkap cacing laut, budaya menangkap "Nyale" ini mempunyai makna yang begitu berharga. Nilai dari legenda ini adalah keberanian Putri Mandalika yang rela mengorbankan diri demi kedamaian negaranya. Keberanian inilah yang menjadi teladan bagi masyarakat Lombok. Penduduk sekitar meyakini siapapun yang mampu menangkap Nyale akan beruntung.

Nyale, di Pantai Seger, Minggu (3/3). Festival Bau Nyale yang menjadi festival rutin masyarakat Pulau Lombok ini diadakan tepat di 16 titik pantai Selatan Lombok Tengah. TEMPO/Subekti

Festival Pesona Bau Nyale 2019 adalah satu dari 100 kegiatan calendar event di Indonesia. Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat, Lalu Moh Faozal mengatakan akan ada 14 atraksi selama Festival Bau Nyale, mulai dari karnaval fashion, kontes surfing di Pantai Gerupuk, lomba foto, pengelolaan desa wisata

Mandalika, presean di Pantai Senek Kuta Mandalika, dialog bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya, sampai kampung kuliner di Pantai Seger. Malam puncaknya di 24 Februari 2019 akan diadakan Pemilihan Putri Mandalika, dilanjutkan memungut cacing laut Nyale pada keesokan harinya.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus