Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Perjalanan

Planetarium Jakarta Digagas Soekarno, Diresmikan Ali Sadikin, Anies Revitalisasi

Planetarium Jakarta sudah kembali dibuka meski revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini, Jakarta Pusat, masih berlangsung. Ini sejarahnya.

16 Mei 2022 | 08.25 WIB

Kegiatan peneropongan benda langit malam dari Gedung Teater Jakarta, Kompleks Taman Ismail Marzuki, yang diselenggarakan Planetarium Jakarta pada Senin malam, 9 Juni 2022. Ini adalah agenda peneropongan untuk publik yang pertama sejak pandemi Covid-19 dan revitalisasi kompleks TIM. (Tempo/Maria Fransisca Lahur)
Perbesar
Kegiatan peneropongan benda langit malam dari Gedung Teater Jakarta, Kompleks Taman Ismail Marzuki, yang diselenggarakan Planetarium Jakarta pada Senin malam, 9 Juni 2022. Ini adalah agenda peneropongan untuk publik yang pertama sejak pandemi Covid-19 dan revitalisasi kompleks TIM. (Tempo/Maria Fransisca Lahur)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta - Planetarium Jakarta sudah kembali melakukan agenda peneropongan, meskipun revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini, Jakarta Pusat, masih berlangsung.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Tetapi setidaknya beroperasinya kembali Planetarium Jakarta menjadi kabar baik, yang diharapkan bisa menarik minat masyarakat untuk belajar tentang benda-benda langit.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Apalagi seperti dikutip dari Antaranews, proyektor bintang Planetarium Jakarta sudah di upgrading atau diperbaharui di Jerman. Seperti diketahui pula proyek revitalisasi TIM dikelola oleh BUMD PT Jakarta Propertindo (JakPro).

Gedung Planetarium dan Observatorium, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat, 26 Juli 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

Dilansir dari laman Bisnis.com, Planetarium Jakarta digagas pertama kali oleh Presiden RI, Ir Soekarno. Diperuntukkan untuk pusat pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat.

Sejarah mencatat Planetarium Jakarta digagas pembangunannya berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 155 tahun 1963. Tempat wisata yang terdiri dari gedung planetarium dan observatorium ini pun mulai dibangun pada 9 September 1961, di mana Soekarno ikut hadir memancangkan tiang pertama. 

Pada masa itu, Planetarium Jakarta bisa selesai dibangun selama empat tahun tepatnya pada 10 November 1968. Peresmiannya dilakukan Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin, bersamaan dengan diresmikannya Taman Ismail Marzuki.

Sejak itu, Planetarium Jakarta sudah alami beberapa kali renovasi. Seperti Tahun 1996, renovasi tersebut mencakup gedung planetarium dan observatorium. Kemudian pengelola memutakhirkan peralatan yang ada seperti mengganti proyektor yang lebih canggih serta mengganti layar kubah dengan yang baru. 

Untuk lantai ruang pertunjukan juga ditingggikan serta bertingkat. Sebanyak 320 kursi dibikin menghadap Selatan yang dipadukan dengan audio visual sehingga menjadi pertunjukan teater bintang yang utuh. Cuma kubah besar yang merupakan khas Planetarium yang masih dipertahankan keasliannya.

Saat ini Planetarium Jakarta dikelola Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Hal tersebut agar mempermudah kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan yang ada di Jakarta.

WINDA OKTAVIA 

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus