Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan, Baim Wong dan Paula Verhoeven akhirnya meminta maaf karena telah melakukan prank ke polisi soal kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT. Setelah terancam pidana karena termasuk melanggar Pasal 220 KUHP terkait pembuatan laporan palsu.
Baim dan Paula mendatangi Polsek Kebayoran Lama, tempat mereka melakukan prank dan bertemu dengan polisi untuk meminta maaf secara langsung. Pasangan suami istri itu juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pihak yang telah dirugikan dan mengakui kesalahannya.
"Saya minta maaf kalau melibatkan mereka (polisi), seharian kemarin saya juga berpikir apa yang sudah kita lakuin, kenapa kita post dan kenapa kita melakukan semua itu, kita tidak terpikir akan terjadi seperti ini, dan ternyata banyak sekali pihak yang dirugikan salah satunya institusi pemerintah kepolisian," kata Baim dalam video berdurasi hampir 5 menit yang diunggah di Instagramnya pada Senin siang, 3 Oktober 2022.
Baim mengaku kenal dengan polisi yang menjadi korban prank-nya sehingga merasa ide jailnya itu tidak akan menjadi masalah. Baim sendiri mengatakan kalau polisi yang bertugas di Polsek tersebut yang membantunya untuk menangkap pencuri motor di rumahnya dulu dan terus menjalin silaturahmi sejak saat itu.
"Dikiranya dengan silaturahmi seperti itu saya bisa melakukan hal seperti kemarin dan ternyata salah. Orang akan melihatnya itu tetap institusi pemerintah dan takutnya kita semena-mena kepada mereka dan akhirnya saya tahu saya salah," kata Baim.
Setelah datang dan meminta maaf secara langsung, Baim berharap pihak dari kepolisian tidak disalahkan. Ia menyadari bahwa dirinyalah yang paling bertanggungjawab atas kejadian tersebut dan patut untuk disalahkan. Ayah dua anak itu juga meminta maaf kepada para korban KDRT yang secara tidak langsung sudah dijadikan bahan candaan dalam konten tersebut. "Saya tidak terpikir sama sekali ke arah sana. Sebodoh itu memang saya, untuk melakukan hal kemarin," kata Baim.
Duduk di samping Baim, Paula turut menyampaikan permintaan maaf atas perbuatannya yang telah meresahkan banyak orang. "Kita benar-benar minta maaf udah kurang sensitif akan hal-hal seperti ini, dan untuk ke depannya jadi pembelajaran supaya kita lebih hati-hati," kata Paula.
Baim menambahkan, Paula sebenarnya sudah mengingatkannya untuk tidak perlu melakukan prank tersebut, meski dalam video yang sudah dihapus daro kanal YouTube mereka Paula tidak menunjukkan penolakan terhadap ide Baim itu. "Ya karena mungkin keegoisan laki-laki ya. Saya juga minta maaf sama keluarga saya," kata Baim.
Ia mengatakan tidaka ada niat untuk melecehkan lembaga kepolisian dan para korban KDRT. "Tidak ada kata-kata lain selain minta maaf, dan tolong tegur saya terus kalau memang saya salah tegur terus, kembali saya tidak ada dendam kepada siapapun, terima kasih, tolong ingatkan saya terus ya, saya minta maaf," kata Baim menutup video tersebut.
Konten prank ke polisi soal kasus KDRT yang dibuat Baim Wong dan Paula Verhoeven ini tidak hanya mendapat kecaman dari netizen tetapi juga rekan-rekannya di dunia hiburan. Mulai dari Deddy Corbuzier, Celine Evangelista, Awkarin, Nikita Mirzani, hingga Andhika Pratama yang menuliskannya di Twitter, "Konten Demi Rating Trending (KDRT). Tunggangannya algoritma."
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.