Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kriminal

Bayar Rp 36 Juta untuk Jadi Satpol PP Tangsel, Wanita 32 Tahun Jadi Korban Penipuan

Wanita yang diduga menjadi korban penipuan rekrutmen Satpol PP Tangsel itu telah menunggu sejak 2021.

16 Oktober 2023 | 15.17 WIB

Ilustrasi Penipuan. shutterstock.com
Perbesar
Ilustrasi Penipuan. shutterstock.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Tangerang - Seorang wanita, Nadia Nuke, 32 tahun, diduga menjadi korban penipuan oknum petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan. Akibat penipuan itu, Nadia merugi hingga 36 juta rupiah.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Penipuan dengan iming-iming bisa memasukkan korban bekerja di Satpol PP Kota Tangsel itu terjadi sejak 2021. Wanita warga Kota Tangerang ini mengaku mendapat informasi lowongan kerja sebagai Satpol PP dari temannya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

"Saya dapet informasi lowongan kerja awalnya dari temen saya di Satpol PP Tangsel, terus teman saya tidak berani untuk masukin," ujarnya, Senin 16 Oktober 2023.

Selanjutnya dirinya dipertemukan dengan oknum petugas Satpol PP Tangsel berinisial A. Pada saat itu A menawarkan diri untuk bisa membantu agar korban bisa bekerja di Satpol PP Tangsel. 

"Saya minta tolong sama om saya, terus om saya ada teman namanya A di Satpol PP Tangsel. Ditelpon lah si A ini bener ga ada lowongan? Bener dia bilang sama saya aja, saya bisa masukin katanya gitu," ujarnya. 

Saat itu, kata Nadia, oknum Satpol PP itu meminta sejumlah uang untuk memuluskan dirinya bekerja sebagai Satpol PP Tangsel

"Saya diminta siapin duit 35 juta lamaran CV dan lainnya. Saat itu kira-kira seminggu saya siapkan duit diserahin, eh dia ambil duitnya ke rumah om saya di Asrama Polri Ciledug. Kita hitung bareng ada 36 juta karena dia minta uang rokok juga satu juta," kata dia. 

Namun hingga saat ini, Nadia tidak mendapat kejelasan atas uang yang dia keluarkan. Dia tidak juga direkrut sebagai anggota Satpol PP Tangerang Selatan. 

"Berbulan-bulan saya tanya ko ga masuk masuk ini, kan saya juga pantau di instagram Satpol PP Tangsel memang ada pelatihan anak-anak baru. Berbulan bulan saya dilempar-lempar, lama kelamaan malah ga ada tanggung jawabnya," ujarnya. 

Kata Nadia, setelah tidak mendapat kejelasan hingga saat ini dirinya memberanikan diri melaporkan dugaan penipuan ini ke Polres Metro Tangerang. Hingga saat ini Tempo belum mendapat konfirmasi dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan atas kejadian tersebut.

MUHAMMAD IQBAL

Pilihan Editor: Polisi Tangerang Selatan Dalami Dugaan Penipuan Cek Kosong Yadi Sembako

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus