Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah kota Nazaret menyatakan perayaan Natal tahun ini akan berlangsung seperti biasa. Wali kota Ali Salam menepis kabar sebelumnya tentang Nazaret membatalkan perayaan Natal tahun ini sebagai protes menolak pengakuan Presiden Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel.
Baca: Nazaret Batalkan Perayaan Natal Gara-gara Presiden Trump
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Menurut Salam, perayaan Natal berlangsung normal. Hanya saja tiga penyanyi yang sudah menyatakan akan menyemarakkan Natal, kemudian membatalkan hadir. Salam tidak tahu alasannya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Saya tidak tahu kenapa orang-orang mengira perayaan akan dipangkas. Semuanya akan berjalan normal kecuali tiga penyanyi yang akan datang. Kami sudah menyambut 60 ribu orang datang ke kota ini," kata Salam seperti dikutip dari Al Arabiya dan Reuters, Sabtu, 16 Januari 2017.
Baca: Lebanon Ingin Buka Kedutaan Besar di Yerusalem Timur
Nazaret diyakini oleh penganut agama Kristen sebagai tempat tinggal masa kecil Yesus.
Nazaret merupakan satu dari beberapa tempat suci yang menjadi pusat perayaan Natal yang secara resmi dibuka pada hari Sabtu malam, 16 Desember 2017, Nazaret merupakan kota Arab terbesar di Israel dengan populsi mencapai 76 ribu orang yang terdiri dari Islam dan Kristen.