Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan para pemilik kapal, termasuk kapal penyeberangan, mengenai risiko gelombang tinggi akibat angin kencang di beberapa area perairan di Indonesia. Peringatan dini terbaru mengenai peningkatan gelombang di laut berlaku pada 31 Maret hingga 2 April 2025 atau periode Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara sedang bergerak ke timur laut dengan kecepatan sekitar 8 - 21 knot. Sedangkan angin di wilayah selatan Indonesia bergerak ke barat sekencang 9-19 knot. “Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna,” begitu isi peringatan dini dari BMKG yang diterbitkan pada Senin, 31 Maret 2025.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Tinggi gelombang laut berpotensi meningkat hingga maksimal 2,5 meter di beberapa wilayah perairan, termasuk area yang sempat dipadati pemudik seperti perairan barat Lampung dan sebelah selatan Banten. Angin kencang juga memicu gelombang tinggi di sebelah barat Kepulauan Nias, selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, selatan Nusa Tenggara Barat, utara Maluku, Laut Arafuru bagian timur, dan beberapa area lainnya.
Perlu diketahui, Posko Pelabuhan Merak di Banten mencatat total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada puncak arus mudik 29 Maret lalu mencapai 161.656 orang. Jumlah ini naik 3 persen dibandingkan volume pada tahun lalu. Pada hari tersebut, ada 16.460 unit kendaraan roda empat dari Jawa yang menyeberangi Selat Sunda, serta perairan Lampung, menuju Pulau Sumatera. Pemerintah memperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada 5-7 April 2025.
Secara reguler, BMKG mengimbau nahkoda kapal penyeberangan untuk mewaspadai kecepatan angin di atas 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter. Adapun kapal berukuran besar, seperti kargo dan kapal pesiar, harus memperhatikan angin di atas 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.
Pilihan Editor: Ini Alasan Tubuh Manusia Alami Stres dan Tips Mengatasinya