Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Politik

Alasan PKB Belum Putuskan Dukung Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta

PKB menyatakan yang mencalonkan Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta baru Gerindra.

10 Agustus 2024 | 06.48 WIB

Politikus Partai Golkar Ridwan Kamil (kanan) dan Jusuf Hamka (kiri) menyampaikan keterangan kepada wartawan usai menemui Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Kamis, 8 Agustus 2024. Dalam pertemuan tersebut Airlangga memberikan restu kepada Ridwan Kamil sebagai bakal calon Gubernur Jakarta, sementara Jusuf Hamka akan menjadi bakal calon Wakil Gubernur Jawa Barat.  ANTARA/Aditya Pradana Putra
Perbesar
Politikus Partai Golkar Ridwan Kamil (kanan) dan Jusuf Hamka (kiri) menyampaikan keterangan kepada wartawan usai menemui Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Kamis, 8 Agustus 2024. Dalam pertemuan tersebut Airlangga memberikan restu kepada Ridwan Kamil sebagai bakal calon Gubernur Jakarta, sementara Jusuf Hamka akan menjadi bakal calon Wakil Gubernur Jawa Barat. ANTARA/Aditya Pradana Putra

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid mengatakan hingga kini PKB belum memutuskan mendukung pencalonan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) pada pemilihan gubernur atau Pilgub Jakarta 2024.

"PKB ya nanti, biar nanti ini sama Desk Pilkada ya yang teknis-teknis soal elektoral, jaringan nanti kayak apa, nah itu nanti teknisnya. Yang jelas, PKB bersinergi dengan Gerindra," kata pria yang akra disapa Gus Jazil itu di Kantor Dewan Pimpinan Pusat PKB, Jakarta pada Jumat, 9 Agustus 2024.

Meski demikian, Gus Jazil mengatakan yang mencalonkan Ridwan di Pilgub Jakarta 2024 baru Partai Gerindra. Dia mengungkapkan, pada pertemuan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dengan presiden terpilih Prabowo Subianto di Jakarta pada Kamis malam, 8 Agustus 2024, tidak dibahas soal syarat bergabung ke pemerintahan baru dan kaitannya dengan Pilgub Jakarta.

“Enggak, enggak. Begini, pertemuan bukan transaksi kursi. Pertemuan itu menyepakati terkait PKB punya kewajiban dan komitmen untuk menyukseskan (pemerintahan) Prabowo," ujar Gus Jazil.

Karena itu, dia kembali menegaskan pertemuan Cak Imin dengan Prabowo tidak membahas jatah kursi kabinet pemerintahan baru. "Enggak, enggak. Enggak ada bahas-bahas. Itu haknya presiden," kata dia.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI itu menuturkan PKB berkomitmen bersinergi dengan Gerindra, tetapi penegasan posisi berada di dalam atau di luar pemerintahan akan diumumkan kemudian.

Gerindra Segera Umumkan PKB Gabung KIM

Adapun Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pihaknya segera mengumumkan PKB bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM). Dasco menyampaikan hal itu usai mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang bertemu dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin di Jakarta, Kamis, 8 Agustus 2024.

"Ya nanti ada waktunya kami akan umumkan," kata Dasco saat ditanya mengenai kepastian masuknya PKB ke KIM.

Dasco mengungkapkan pertemuan antara Prabowo dan Cak Imin membahas seputar Pilgub Jakarta. Cak Imin juga mengundang Prabowo menghadiri Muktamar PKB pada 25 Agustus 2024.

"Tadi banyak bicara macam-macam. Bicara juga soal DKI," kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI tersebut.

Cak Imin menyambangi rumah Prabowo di kompleks Widya Chandra, Jakarta, Kamis malam. Dia tiba di rumah Prabowo sekitar pukul 18.40 WIB. Dia mengaku melakukan perbincangan dengan Prabowo. Dia hadir didampingi Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid.

"Tadi sudah lama enggak silaturahmi dan hari ini kami bersama-sama silaturahmi," kata Cak Imin saat meninggalkan rumah Menteri Pertahanan itu.

Menurut Cak Imin, dia bukan hanya membahas pemilihan kepala daerah dengan Prabowo. “Ini membahas negara, ini bukan pilkada saja,” ujarnya.

Saat ditanya apakah pertemuan kali ini juga membahas peluang bergabungnya PKB dengan KIM Plus, Cak Imin tak menjawab lugas dengan balik bertanya. “KIM Plus itu apa KIM Plus?”

KIM adalah gabungan partai politik pengusung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di pemilihan presiden atau Pilpres 2024. Parpol yang bergabung dalam KIM adalah empat partai parlemen yaitu Gerindra, Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Demokrat serta empat partai nonparlemen yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Bulan Bintang (PBB) Partai Gelora, dan Partai Garuda. Satu partai lokal, Partai Aceh, juga bergabung dalam koalisi ini.

Pilihan editor: Dasco Sebut Gerindra akan Umumkan PKB Gabung dengan KIM

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus