KALAU dilihat dari ukurannya, kendaraan ini lebih cocok disebut becak. Mungkin agar kedengarannya lebih gagah, kendaraan ultraringan ini diberi nama aero-truck. Padahal, daya angkutnya tak lebih dari dua orang plus barang-barang secukupnya. Pesawat ringan dengan rentangan sayap 11 meter itu mampu melanglang sejauh 250 km. Sebuah prototipnya kini telah selesai dirakit oleh gabungan tiga perusahaan perakitan pesawat Jerman Barat. Desain dan bahan yang digunakan merupakan pengembangan dari pesawat ultraringan konvensional. Kegunaannya macam-macam: inspeksi irigasi, kabel listrik, telepon, menebar benih tanaman, atau pos udara. Menurut perancangnya, pesawat ini cocok dioperasikan di pelosok-pelosok Dunia Ketiga. Dengan mesin empat silinder, berbahan bakar premium biasa, becak itu mampu mencapai kecepatan 90 km per jam. Untuk menerbangkannya cukup landasan pacu berupa lapangan rumput atau tanah datar, sepanjang hanya 25 meter. Selain murah, biaya pengoperasian becak udara ini sangat rendah: seperlima sampai seperlima belasnya dibandingkan dengan pesawat terbang konvesional atau helikopter yang berdaya angkut sama. Dengan sistem sayap yang prima, kerangka besi campuran yang kuat tapi ringan, roda-roda yang kukuh, serta mesin yang antilelah, pesawat ini dijamin memiliki standar keselamatan yang tinggi.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini