Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Politik

Berita Tempo Plus

Telepon umum tanpa kabel

PTT Prancis akan mengoperasikan telepon umum tanpa bilik, tanpa kabel dan tanpa kotak koin. Konsumen bisa membeli pesawat telepon khusus seharga 150-300 ribu rupiah dan cara pemakaian mudah.

13 Februari 1988 | 00.00 WIB

Telepon umum tanpa kabel
Perbesar

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
NASIB telepon umum di mana-mana nyaris sama saja: sering dijarah tangan jail. Kalau pesawatnya tidak di jebol, ya kotak uang logamnya dibobol. Kejailan semacam itu sering pula terjadi di kota-kota Prancis. Upaya melindungi telepon umum itu bukannya tak ada. Sejak dua tahun silam Prancis mengoperasikan telecarte, telepon umum dengan kunci berupa kartu l magnetik. Kartu itu gampang dibeli di kantor pos atau kios rokok. Kendati jurus baru itu bisa membuat pembobol boks koin mati kutu, investasi dan pengoperasiannya mahal. Namun, PTT, Telekomnya Prancis, tak kehabisan kiat. Mulai tahun depan, telepon umum tanpa bilik, tanpa kabel, dan tentunya tanpa kotak koin akan mulai dioperasikan. Telepon umum mutakhir Prancis itu nantinya hanya berupa sebuah tiang, mirip tiang listrik kecil. Setiap tiang mampu menampung lima saluran telepon. Pada ujung tiang itu terdapat antena yang bisa menerima dan memancarkan gelombang radio. Tiang itu memancarkan gelombang pada frekuensi 26 mHz dan menerima frekuensi 41 mHz. Tentu, tiang kecil itu mempunyai hubungan langsung dengan kantor sentral telepon setempat. Pemakai telepon umum tak harus berdiri di bawah tiang. Ia boleh berhalo-halo sambil duduk dalam mobil atau berdiri bersandar dinding bangunan pinggir jalan. Pokoknya, boleh cari tempat yang aman. Namun, ia tak boleh jauh dari tiang itu. Telepon dengan sistem ini memang dapat digunakan lebih santai. Tapi tak semua orang bisa memakai. Jika ingin jadi konsumen, ia harus punya modal, yakni membeli pesawat telepon khusus seharga 150-300 ribu rupiah, yang ukurannya tak lebih besar dari kotak rokok. Cara pemakaian mudah. Pesawat di-on-kan, lalu antena ditarik. Dekatkan alat telepon yang mirip pesawat HT kecil itu ke tiang. Jika kelima saluran itu terpakai, akan terdengar sinyal khusus, tut . . . tut . . . tut ..., yang cepat. Nada panggil, tuuut . . ., panjang akan terdengar jika tersedia saluran. Pemakai tinggal memencet nomor yang dituju. Jangan lupa, nomor rekening telepon pemakai harus disertakan. Sebab, dari situlah PTT bisa menagih konsumen.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus