Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Redaktur Pelaksana Tempo English Purwani Diyah Prabandari berbagi tips untuk melakukan liputan di daerah konflik. Salah satunya, kata dia, wartawan harus memahami peta konflik yang sedang terjadi.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Bisa runyam juga, kalau ga tahu petanya," kata Prabandari dalam Talkshow Kecap Dapur dalam perayaan 50 Tahun Tempo di Jakarta, Sabtu, 6 Maret 2021.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Pemahaman akan peta konflik ini penting untuk membantu keamanan diri wartawan yang meliput. Termasuk, membantu wartawan untuk mencari tahu siapa yang harus dimintai informasi.
Prabandari bercerita pengalamannya meliput pengungsi Rohingya di Myanmar pada Juni 2015. Kala itu, terjadi konflik kelompok minoritas Rohingya dengan otoritas setempat.
Di sana, Prabandari mengenal beberapa wartawan setempat. Tapi, Ia harus memilah-milah siapa yang harus dimintai informasi. Sebab, kata dia, ada wartawan yang condong ke pemerintah dan ada pula yang pro membela masyarakat Rohingya.
Prabandari yang saat itu menulis liputan Tempo soal Rohingya, mengatakan butuh informasi untuk masuk ke lokasi pengungsian. "Kalau ternyata cerita ke orang yang salah, nanti bisa dilaporkan," kaya dia. Lantaran, tidak semua orang bisa masuk ke lokasi pengungsi Rohingya. "Salah nanya kan berabe juga, itu tantangan yang cukup besar, pemerintah (Myanmar) kan pasti ga suka, harus ada izin," kata dia.
FAJAR PEBRIANTO
Baca: Bambang Harymurti: Tempo Ingin Menjadi Pulau Integritas dan Bangun Demokrasi