Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
SEPULUH kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dipastikan tidak mengikuti retret kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, yang berlangsung pada 21-28 Februari 2025. Salah seorang di antaranya adalah Gubernur Bali I Wayan Koster.
Wayan Koster sudah mulai bekerja di Bali pada Rabu, 26 Februari 2025. Dia menuturkan sudah tiba di Bali sejak Selasa, 25 Februari 2025, dan mulai mengerjakan tugasnya sebagai gubernur dari rumah. “Baru datang kemarin malam, tugas-tugas kantor dikerjakan di rumah,” kata dia saat dihubungi di Denpasar, Rabu, seperti dikutip dari Antara.
Dia memastikan tidak bergabung dalam pembekalan kepala daerah kali ini seperti sejumlah kader PDIP lainnya, dan akan mengikuti retret gelombang kedua. “(Ikut) gelombang kedua, menunggu selesai proses di Mahkamah Konstitusi sebanyak 40 kepala daerah,” ujarnya.
Pada retret kepala daerah gelombang kedua nanti, Wayan Koster juga memastikan selain dirinya, bupati dan wali kota se-Bali yang belum mengikuti pembekalan akan bergabung. “Semua kepala daerah dan wakil kepala daerah Provinsi Bali dari PDI Perjuangan dipastikan semua ikut acara retret pada gelombang kedua,” kata dia.
Berdasarkan pantauan di Denpasar, hingga siang ini Wayan Koster belum menjadwalkan hadir di kantor meski sudah mulai bekerja. Suasana Kantor Gubernur Bali di Jalan Basuki Rahmat, Renon, Denpasar, khususnya ruang gubernur, terlihat sepi, hanya diisi para pegawai.
Kepala Bidang Humas Pemerintah Provinsi Bali Kadek Suadnyana Purianto mengatakan, dari data agenda pimpinan pada hari ini, Wayan Koster belum memiliki jadwal pertemuan atau kegiatan. “Sementara agenda semua pimpinan belum termonitor dari ajudan, kami belum monitor agenda dari ajudan,” tuturnya.
Sementara itu, sebelumnya, Kepala Biro Umum dan Protokol Pemprov Bali I Wayan Budiasa menyebutkan sebanyak sembilan bupati dan wali kota se-Bali sudah berada di Yogyakarta untuk mengikuti retret kepala daerah di Akmil Magelang. Menurut dia, hanya Gubernur Bali Wayan Koster yang belum menuju lokasi retret, menyusul instruksi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar kepala daerah dari partainya menunda perjalanan retret.
“Yang berkaitan dengan surat ini masih belum bisa diputuskan apakah tetap retret atau tidak, kalau teman-teman kepala daerah, bupati, wali kota kan posisinya saat ini sudah di Yogyakarta, kalau Pak Gubernur Bali rencana hari ini baru ke Yogyakarta,” kata dia di Denpasar pada Jumat, 21 Februari 2025.
Biro Umum Pemprov Bali tak dapat memastikan kehadiran Gubernur Bali Wayan Koster di pembukaan retret. Meski begitu, tiket keberangkatan menuju Yogyakarta telah dipesan sejak jauh hari.
Sepuluh Kader PDIP Absen di Retret Kepala Daerah
Adapun sepuluh kepala daerah dari PDIP tidak mengikuti retret di Akmil Magelang. Hingga hari keenam penyelenggaraan pada Rabu, mereka tak kunjung hadir di lokasi pembekalan. “Sembilan kepala daerah dari Bali dan satu dari Asmat," kata Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto di lokasi retret.
Bima menuturkan panitia menimbang apakah masih tetap menunggu peserta pengganti dari sepuluh daerah tersebut karena retret tinggal dua hari lagi. “Ini kan waktunya sudah di ujung-ujung, apakah memungkinkan untuk Sekda atau pembekalan berikutnya,” ujarnya.
Sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat PDIP melalui surat bernomor 7294/IN/DPP/II/2025 tentang instruksi harian ketua umum memerintahkan anggotanya yang menjabat kepala daerah untuk menunda perjalanan menuju retret di Akmil Magelang. Dalam surat yang ditandatangani Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu, instruksi tersebut terkait dengan kasus hukum yang menyangkut Hasto Kristiyanto di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Awalnya, 47 kepala daerah kader PDIP menunda keberangkatannya, tetapi mereka kemudian datang bergelombang pada 23 dan 24 Februari 2025. Kini menyisakan sepuluh kepala daerah yang tidak hadir, yakni sembilan kepala daerah dari Bali dan satu dari Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Mereka adalah Gubernur Bali I Wayan Koster, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Bupati Klungkung I Made Satria, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, dan Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo.
Juru bicara PDIP Ahmad Basarah mengatakan partainya tidak pernah melarang kadernya mengikuti retret kepala daerah di Akmil Magelang. Menurut dia, Megawati hanya menginstruksikan agar kadernya menunda keberangkatan.
“Dalam instruksi tersebut, Ketua Umum tidak pernah melarang seluruh kadernya yang terpilih sebagai kepala daerah dalam Pilkada 2024 untuk ikut serta dalam retret yang digelar oleh pemerintah,” kata Basarah dalam konferensi pers di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Selasa, 25 Februari 2025.
Jamal Abdun Nashr dan Antara berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Pilihan editor: Respons Ormas Keagamaan Diajak Jadi Penasihat Danantara
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini