TEMPO berubah? Ya. Mulai 1 Maret lalu, edisi pertama tahun ke-16, kami memang melakukan perbaikan desain. Pada kulit muka, perubahan terlihat pada logo TEMPO. Logo baru ini sedikit lebih tinggi dibanding logo lama agar lebih mencolok. Posisinya pun digeser agak ke bawah supaya ada ruang untuk menuliskan informasi mengenai cerita paling menarik, baik Laporan Utama maupun Laporan Khusus, pada setiap penerbitan. Selain itu, dan ini untuk pemanis, warna putih yang membatasi gambar kulit muka dengan "bingkai" kami buat lebih jelas. Perubahan kulit muka itu kami lakukan bukan cuma atas dasar supaya enak dipandang, melainkan juga agar tampak lebih dinamis dan gampang dilihat. Logo baru itu adalah hasil pilihan tim, yang nantinya akan menjadi panitia tetap perbaikan desain keseluruhan majalah, yang ditugasi mempersiapkan beberapa pilihan bentuk kulit muka dipilih dari empat rancangan kulit muka yang masuk ke meja tim. Dan, wajah baru itu adalah hasil karya S. Prinka, Kepala Bagian Produksi Tata Muka, berdasarkan sebuah diskusi tentang bentuk desain TEMPO yang diikuti, antara lain, Pemimpin Redaksi Goenawan Mohamad dan Jim Supangkat, sarjana seni rupa lulusan ITB, dan beberapa desainer TEMPO lainnya. Tak cuma itu yang kami lakukan. Pada halaman dalam majalah, kami juga mulai mencicil perbaikan desain. Di halaman Surat dari Redaksi, misalnya, kami tak lagi mencantumkan nama-nama para pengasuh. Nama-nama itu kami pindahkan ke ruang Kontak Pembaca dan Komentar, dan susunannya pun lebih longgar -- bentuknya satu kolom memanjang ke bawah. Sebelumnya daftar pengasuh ini berada di halaman Surat dari Redaksi. Di samping itu, kami juga menyuguhkan ringkasan cerita, yang kami anggap menarik, sesuai dengan kriteria TEMPO, disertai foto-foto. Apa yang kami lakukan pada kulit muka dan halaman Surat dari Redaksi itu adalah tahap awal perubahan yang kami rencanakan. Sebab, perubahan desain isi majalah secara menyeluruh baru kami lakukan, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, setelah rancangan dari tim desain grafis non-TEMPO masuk dan dinilai. Perubahan desain isi majalah ini berkaitan dengan perbaikan sistem kerja redaksi, tata muka, dan percetakan. Sehingga desain grafis ini bukan sekadar penyusunan komposisi permukaan. Data yang diperlukan untuk penyusunan desain baru itu, antara lain, persepsi pembaca, keinginan pembaca, sifat cerita semua dari hasil survei pembaca -- kecanggihan teknologi yang dipakai redaksi dan percetakan. Tim pembuat rancangan desain TEMPO terdiri dari ahli desain grafis, yang memang kami minta berpartisipasi. Perubahan desain secara total itu diperkirakan baru bisa Anda nikmati tahun depan. Mengapa masih lama? "Setiap garis pada desain itu harus diperhitungkan betul, dan ada alasannya," kata Jim Supangkat. Insya Allah, dengan desain total itu TEMPO akan lebih menarik dan segar.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini